Breaking News:

Virus Corona

Presiden Jokowi: PPKM Darurat Namanya Semi-Lockdown, Masyarakat Sudah Menjerit

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menerapkan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Editor: Agus Nuryadhyn
Tribun Cirebon/Ipay
ilustrasi Suasana di cek poin Tugu Ikan, Cilimus, Kuningan, Jabar, Kamis (6/5/2021) malam- Pemkab Kuningan ikut menerapkan PPKM darurat dengan melakukan sejumlah langkah diantaranya puskesman difokuskan untuk pasien Covid-19. 

BANGKAPOS.COM - Indonesia tak bisa menerapkan lockdown untuk mengatasi pandemi Covid-19 karena mempertimbangkan aspek kesehatan dan ekonomi.

"Virus Corona ini akan selesai kapan, WHO pun tak bisa memprediksi."

"Sehingga, yang selalu kita jalankan sisi kesehatannya bisa kita tangani, tetapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus dijalankan," ujar Presiden Joko Widodo , Jumat (30/7/2021), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Presiden menjelaskan mengapa Indonesia tak bisa memberlakukan kebijakan lockdown seperti negara lain.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menerapkan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

"Enggak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya ditutup total," tegas Jokowi.

Ia menyebut, dengan diberlakukan semi-lockdown yakni PPKM Darurat, banyak masyarakat yang sudah menjerit.

"Kemarin yang namanya PPKM darurat itu kan namanya semi-lockdown."

"Masih semi saja, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka," ungkapnya.

Presiden lalu mengajak masyarakat bersama-sama berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved