Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Selama Pandemi Covid-19, Bangka Belitung Urutan Tertinggi Pernikahan Dini di Indonesia

Selama lebih dari setahun Pandemi Covid-19 yang terjadi berdampak pada pertambahan kasus pernikahan dini di Provinsi Bangka Belitung.

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Kolase | Instagram @sumselreceh & Tribun Sumsel/khoiril
Ilustrasi Pernikahan dini 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Selama lebih dari setahun Pandemi Covid-19 yang terjadi berdampak pada pertambahan kasus pernikahan dini di Provinsi Bangka Belitung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3ACSKB), Babel, Asyraf Suryadhin, menyampaikan Bangka Belitung berada pada urutan tertinggi dari 34 provinsi kasus pernikahan dini di Indonesia.

Baca juga: Bawa Sabu 1,1 Kilogram Lewat Perairan Sungaiselan, Mertua dan Menantu Disergap Tim Gabungan

"Kita di 2020 kasus pernikahan anak tertinggi di Indonesia, dari 34 provinsi, sehingga mau tidak mau kita harus gencarkan menyelesaikan masalah ini, sementara di 2019 kita urutan delapan tertinggi,"jelas Asyraf kepada Bangkapos.com, Minggu (1/8/2021).

Dia menjelaskan, penyebab pernikahan dini karena rendahya pengetahuan serta pendidikan anak dan orang tua, sehingga terjadi pernikahan sebelum waktunya.

"Ini tidak menutup kemungkinan karena faktor pendidikan, pergaulan bebas yang dominan. Mereka melaksanakan pernikahan harus meminta rekomendasi, karena telah terjadi hal yang tidak dikehendaki," sesalnya.

Pernikahan dini terjadi di sejumlah daerah, pertama Bangka Barat, Belitung Timur, Belitung, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan urutan terendah berada di Pangkalpinang.

"Pernikahan dini ini memang semacam korelasi antara pendidikan perkawinan, karena ketika tingkat pendidikan rendah, maka berhubungan dengan pernikahan di bawah usia semakin tinggi, sehingga perlu diberikan pemahaman," lanjutnya.

Dengan kasus pernikahan dini yang tinggi saat ini, kata Asyraf, berakibat pula pada kasus perceraian di Bangka Belitung.

"Jadi perceraian juga tinggi, akibat pernikahan tinggi, Bangka Belitung se Indonesia masuk lima besar, tingkat angka perceraiannya, ini faktornya pernikahan anak tinggi, sehingga tingkat perceraian tinggi pula," tuturnya.

Dengan adanya persoalan tersebut, Asraf mengatakan pihaknya telah berupaya memberikan sistem pembelajaran ke sekolah-sekolah terkait pengetahuan perkawinan, tetapi masih terkendala Pandemi Covid-19, sehingga siswa tidak belajar di sekolah.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved