Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Bupati H Sukirman Pakai APD Hazmat, Jadi Imam Salat Hingga Gotong Peti Serta Makamkan Jenazah

Matahari bersinar terik di area pemakaman TPU Kadur, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Ming­gu (1/8) siang sekitar pukul 10.00

Penulis: tidakada006 | Editor: Agus Nuryadhyn
Ist/Humas Diskominfo Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, H Sukirman dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) menjadi imam salat jenazah pasien Covid-19 di TPU Kadur, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (1/8) siang. Sukirman juga ikut menggotong peti jenazah dan memakamkan jenazah ke liang lahat. 

BANGKAPOS.COM- Matahari bersinar terik di area pemakaman TPU Kadur, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Ming­gu (1/8/2021) siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Di bawah terik matahari terlihat seorang pria mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna putih sedang memimpin salat jenazah warga yang meninggal karena Covid-19.

Di belakangnya beberapa orang makmum tampak mengikuti. Saat disalatkan jenazah tetap berada di dalam mobil ambulans.

Beberapa menit kemudian usai jenazah disalatkan, imam salat langsung memimpin doa. Lalu jenazah yang berada dalam peti dikeluarkan dari dalam ambulans, lantas imam salat bersama 6 petugas berpakaian APD menggotong peti jenazah menuju liang lahat untuk dimakamkan.

Selintas salat jenazah pasien terpapar virus corona ini tidak berbeda dengan salat je­nazah pasien Covid-19 lainnya yang menerapkan protokol ke­sehatan (Prokes). Namun yang membedakan kali ini adalah kehadiran Bupati Bangka Barat, H Sukirman.

Orang nomor satu di Bangka Barat ini lah yang memimpin langsung salat jenazah dan ikut menggotong peti hingga memakamkan jenazah ke dalam kubur.

Cukup lama Sukirman harus mengenakan APD tersebut. Mulai dari Kantor PMI Kabupaten Bangka Barat, menuju ke TPU Kadur hingga menyelesaikan prosesi pemakaman.

Sukirman pun sempat merasakan gerah dan panasnya hazmat serta APD yang digunakan. “Ada sekitar satu jam saya pakai APD, kalau panas ya panas tapi enggak apa-apa, keringetan dikit,” ujar Sukirman saat diwawancarai Bangka Pos, Minggu (1/8).

Sukirman mengatakan dirinya ikut mensalatkan, berdoa dan turut memakankan jenazah pasien Covid-19 ini sebagai bentuk empati dan duka terhadap warganya yang meninggal dunia karena virus corona.

“Salat jenazah ini juga merupakan salah satu kewajiban umat Islam terhadap jenazah dan hukumnya fardhu kifayah. Pemakaman almarhum secara prokes,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved