Breaking News:

Cukup Donasi Rp2 T dari Akidi Tio Saja yang Permalukan Elite

Virus baik rupanya juga bisa membuat napas banyak orang tiba-tiba menjadi sesak seketika meski tidak sedang terpapar Covid-19.

Cukup Donasi Rp2 T dari Akidi Tio Saja yang Permalukan Elite
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

Atas tamparan tersebut, semua diam dan nyaris kehilangan kata-kata. Tak banyak elite kita yang memiliki kepercayaan diri untuk menanggapi secara pribadi langkah yang diambil Akidi Tio ini.

Perlu dicatat, jika kebaikan Akidi Tio ini adalah sebuah tamparan yang sangat keras, maka ini bukanlah kali pertama tamparan ini diterima pemerintah kita.

Meski tak begitu keras, tamparan serupa pernah diterima pemerintah kita dan itu dilakukan oleh Juliari Batubara. Dengan cara berbeda, Juliari, mantan Menteri Sosial ini juga pernah memberikan tamparan keras kepada pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Tamparan itu diberikan Juliari kepada pemerintah lantaran ia diduga menerima suap sebesar Rp32 miliar terkait dana bansos Covid-19.

Belum lagi, kasus Bansos Covid-19 yang menyeret Juliari ini penyelidikannya juga terkesan dilokalisir. Aparat penegak hukum seolah bermain aman dan tak mempeluas kasus ini yang konon diduga juga melibatkan elite-elite kekuasaan.

Akidi Tio memberikan donasi Rp2 triliun dengan inisiatif sendiri. Akidi bahkan menyalurkan donasi tersebut melalui perantara.

Sikap santun keluarga Akidi Tio ini makin membuat pemerintah seakan dibuat malu apalagi jika dikaitkan dengan kenyataan bahwa pemerintah kita makin kehabisan energi (baca: anggaran) untuk mengatasi Covid-19 ini.

Beruntung, entah kebetulan atau memang karena kondisinya yang sama-sama sulit, masyarakat kita seakan tahu bagaimana cara bersikap terhadap pemerintah.

Masyarakat kita seolah-olah paham dengan suasana psikologis pemerintah bahwa saat mereka melakukan penggalangan dana untuk mengatasi Covid-19 adalah bentuk 'penghinaan' sekaligus stempel bahwa pemerintah kita sudah benar-benar tidak mampu.

Untuk itulah hingga sejauh ini kita tidak melihat secara masif ada bentuk-bentuk penggalangan dana untuk penanganan Covid-19. Selain kondisinya yang sama-sama tak baik, publik paham bahwa menggalang dana untuk covid adalah sindiran, tamparan sekaligus stempel pengakuan bahwa pemerintah kita sudah tak mampu.

Kalaupun ada upaya penggalangan dana, sejauh ini kita melihat ini dilakukan untuk kasus-kasus khusus yang menyebut by name by case dan yang disasar adalah kedekatan emosional dengan kasus.

Ini barangkali juga terkait dengan kenyataan bahwa kepercayaan masyarakat kita mulai terkikis, baik kepada pemerintah maupun lembaga-lembaga penggalangan dana. (*)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved