Breaking News:

Advertorial

Literasi Digital di Belitung Bahas Peran Digital Tingkatkan Pemahaman Warisan Budaya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengadakan kegiatan Literasi Digital di Kabupaten Belitung

Editor: nurhayati
Ist
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengadakan kegiatan Literasi Digital di Kabupaten Belitung, Kamis (22/7). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Literasi Digital di Belitung Bahas Peran Digital Tingkatkan Pemahaman Warisan Budaya

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengadakan kegiatan Literasi Digital di Kabupaten Belitung, Kamis (22/7).

Tujuannya untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yaitu Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, S.E., M.M., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. 

DR. SITI NABILAH, S.SOS.I., M,PD., CDS (Praktisi Pendidikan), pada sesi KECAKAPAN DIGITAL memaparkan tema “DIGITAL WORLD IN THE CLASSROOM: KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL YANG WAJIB DIMILIKI GURU GENERASI ALPHA”. Siti menjelaskan literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital. Karakteristik generasi alpha mencakup, bergantung pada teknologi, akrab dengan internet, pola komunikasi terbuka, sangat aktif dalam media sosial, dan memiliki daya kreatifitas tinggi. 

"Guru memiliki tantangan untuk bisa mengoptimalisasikan dan mengembangkan potensi peserta didiknya menjadi lebih produktif dan konstruktif kearah yang lebih positif. Kompetensi literasi digital mencakup, menyeleksi, mengakses, memahami, menganalisa, memverifikasi, mengevalusi, berpartisipasi, memproduksi, dan berkolaborasi," jelas Siti.

Menurut Siti Guru saat ini dituntut untuk dapat membuat, berkolaborasi, dan berbagi konten digital secara bertanggung jawab. 

"Beberapa manfaat literasi digital dalam pembelajaran antara lain, menghemat waktu dan biaya, memperoleh informasi terkini, membuat keputusan yang tepat, serta belajar menjadi lebih cepat. Contoh kegiatan literasi digital di sekolah berupa penyediaan kelas virtual dan berkomunikasi dnegan warga sekolah menggunakan teknologi digital. Strategi mendampingi anak menggunakan teknologi digital meliputi, membuat kesepakatan dengan anak menggunakan gawai, menjalin komukasi positif, mendampingi dan memantau aktivitas anak dalam menggunakan media sosial, serta menunjukan teladan yang baik dan positif," ungkap Siti.

Kompetensi literasi digital yang perlu dimiliki guru ialah, manajemen informasi, kolaborasi, komunikasi dan berbagi pengetahuan dan etika, serta evaluasi dan penyelesaian masalah.

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL oleh, DRS. H. MAMAN SUHERMAN (Penulis Buku, Presenter, dan Konsultasi Media dan Kreatif. Maman mengangkat tema “DUNIA MAYA DAN REKAM JEJAK DIGITAL”. Maman membahas jejak digital merupakan rekaman atau bukti yang tertinggal ketika seseorang beraktivitas di internet. Apa yang diakses, dibagikan di internet, dimana dan kapan dibagikan, serta siapa yang dibagikan merupakan jejak digital. Data yang dibagikan di internet akan berpotensi diperjual belikan, disalahgunakan, dan dimanfaatkan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved