Breaking News:

Berita Bangka Barat

Nelayan Teluk Kelabat Dalam Minta Tegakan Aturan RZWP3K, Erzaldi Janji Akan Lakukan Penertiban  

Polemik Perairan Teluk Kelabat Dalam yang terus dipenuhi kepulan asap hitam, dari aktivitas tambang timah inkonvensional (TI) membuat sejumlah nelayan

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Provinsi Bangka Belitung dan Bangka Barat melakukan rapat terkait perairan Teluk Kelabat Dalam, Senin (2/8/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polemik Perairan Teluk Kelabat Dalam yang terus dipenuhi kepulan asap hitam, dari aktivitas tambang timah inkonvensional (TI) membuat sejumlah nelayan buka suara terkait keluhan terhadap para penambang. 

Satu di antara nelayan yakni Mariono mengungkapkan keinginannya terhadap pemerintah, untuk menegakkan aturan RZWP3K yang mengatakan perairan teluk Kelabat Dalam merupakan zona zero tambang. 

"Kami berjuang sampai RZWP3K keluar, kami ingin seluruh Kelabat dalam tidak ada lagi penambangan karena sudah sepakat. Dari awal kita berjuang sampai zero tambang, ini cukup perih sampai kami konflik dengan penambang. Kami harap kalau kelabat masih ada penambang akan memicu konflik lebih besar, kita tidak mengada-ngada jangan sampai Perda RZWP3K itu lenyap," ujar Mariono, Senin (2/8/2021). 

Sebelumnya pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman, menggelar rapat terkait perairan Teluk Kelabat Dalam

Selain itu juga hadir Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI. M. Jangkung, Bupati Bangka Barat Sukirman, Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming dan Forkopimda Provinsi Bangka Belitung serta Kabupaten Bangka Barat. 

Sementara itu Erzaldi Rosman mengakui saat ini, masih banyak para penambang yang melakukan aktivitas TI di perairan Teluk Kelabat Dalam

"Yang terjadi sekarang ada beberapa penambang-penambang yang dilakukan di luar IUP, seperti yang terjadi di kelabat dalam sangat banyak penambangan. Ini bukan tidak pernah operasi oleh aparat, sudah sering tapi kalau gak ada petugas mereka cenderung melakukan lagi," tutur Erzaldi Rosman

Walaupun demikian Erzaldi Rosman mewanti-wanti terhadap para penambang untuk tidak melakukan aktivitas TI, serta dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan penertiban. 

"Tambang ini harus kita tertibkan, kita akan mengambil tindakan tegas dengan menarik semua ponton ke satu titik. Dalam waktu dekat dibantu masyarakat, Polda akan melakukan penertiban," ucapnya. 

"Masyarakat meminta laut Kelabat Dalam dan luar ini bebas dari penambangan, karena zona masuk zona budidaya, perikanan, pelabuhan dan pariwisata sesuai RZWP3K," tambahnya. 

Lebih lanjut dengan adanya penertiban yang akan dilakukan, Erzaldi Rosman berharap para penambang tidak kembali datang dan beraktivitas mengeruk timah di Perairan Teluk Kelabat Dalam

"Insyaallah penertiban secepatnya, kami akan mengadakan sekali lagi rapat. Hal ini dilakukan sehingga langkah ke depan benar-benar konkret. Kita juga tidak bisa mengabaikan tambang ilegal, terus merusak lingkungan kita," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved