Breaking News:

Penjual Bendera dan Umbul-umbul Raup Omzet Rp1 Juta-an Tak Sampai Sehari

Momen 17 Agustusan biasanya akan ada tradisi memasang bendera dan umbul di depan rumah, kantor bahkan sekolah sejak awal bulan Agustus.

Penulis: tidakada004 | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Momen 17 Agustusan biasanya akan ada tradisi memasang bendera dan umbul di depan rumah, kantor bahkan sekolah sejak awal bulan Agustus.

Hal itupun dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang bendera dan umbul-umbul untuk berjualan di pinggir jalan yang terdapat di berbagai titik di Kota Pangkalpinang.

Kendati masih di tengah Pandemi Covid-19, tak membuat beberapa pedagang ini patah semangat untuk menjual bendera demi mencari nafkah dan berkah dalam perayaan HUT ke-76 RI.

Satu di antara pedagang, Rizal (26) yang tinggal di Taman Sari Kota Pangkalpinang jualan bendera dan umbul-umbul di Simpang Empat Jalan Merdeka Pangkalpinang mengakui baru berjualan di tempat tersebut baru 2 Minggu yang lalu.

Kendati demikian, khususnya hari ini sejak pagi hingga sore ini, Rizal sudah meraup omzet Rp1.250.000 dari jualan bendera dan umbul-umbul.

"Hari ini mulai ramai terjual, kurang lebih 50-an potong atau lembar. Kalau dihitung kurang lebih omzet yang dihasilkan Rp1.250.000," kata Rizal saat ditemui Bangkapos.com, Senin (2/8/2021).

puluhan bahkan ratusan benderan dan umbul-umbul itu tertera di atas plastik dan baliho sebagai alas. Sementara ada juga yang dipajang rapi tepat di sampingnya.

Ia melanjutkan, bendera yang dijualnya merupakan produksi orangtuanya sendiri yang ada di Garut, Jawa Barat.

"Jual punya orangtua yang produksi sendiri di Garut sana langsung kirim ke sini untuk dijual," sebutnya.

Harga bendera, lanjutnya Rp20.000, Rp40.000, sampai Rp70.000. Sementara harga umbul-umbul biasa Rp20.000, ada tulisan Dirgahayu Rp40.000 dan polos Rp30.000 per lembar.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved