Husnul Khotimah

Berbagai Amalan & Doa yang Pernah Dilakukan Rasulullah dan Para Nabi Agar Wafat Husnul Khotimah

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’, maka kami pun beriman. Ya.."

Freepik.com
Ilustrasi__ Berdoa, amalan agar meninggal husnul khotimah. 

Berbagai Amalan & Doa yang Pernah Dilakukan Rasulullah dan Para Nabi Agar Wafat Husnul Khotimah

BANGKAPOS.COM -- Kematian adalah sarana bertemunya ruh para kekasih dengan kekasihnya.

Walaupun proses sakaratul maut begitu beratnya, tetapi apa yang diharapkan setelah kematian, menjadikan kematian itu terasa nikmat.

Jadi, kematian itu semestinya bukan sesuatu hal yang menakutkan.

Asal bekal kita untuk menghadapi kehidupan akhirat senantiasa kita persiapkan, kematian justru menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu.

Hingga saat ini masih ada orang yang keliru menuliskan ucapan bela sungkawa ketika menerima kabar duka atas keluarga, kerabat, tetangga atau sahabat meninggal dunia.

Ya, tulisan Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah sering digunakan masyarakat untuk mengungkapkan rasa bela sungkawa ketika menerima kabar duka.

Hingga saat ini masih ada orang yang keliru menuliskan ucapan bela sungkawa ketika menerima kabar duka atas keluarga, kerabat, tetangga atau sahabat meninggal dunia.

Ya, tulisan Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah sering digunakan masyarakat untuk mengungkapkan rasa bela sungkawa ketika menerima kabar duka.

Ternyata kedua ucapan ini berbeda artinya. Hanya saja sebagian masyarakat masih ada yang salah menggunakannya.

Dalam Bahasa Arab, husnul diambil dari kata hasan yang artinya baik.

Sedangkan khatimah memiliki arti yaitu sebuah akhir.

Jadi, husnul khatimah memiliki arti sebuah akhir yang baik.

Arti operasionalnya adalah sebuah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.

Sedangkan khusnul mengandung arti hina.

Berarti khusnul khotimah artinya semoga berakhir dalam keadaan hina.

Tentu saja ucapan khusnul khotimah menjadi fatal jika diucapkan saat mendengar kabar duka.

Singkat kata, husnul memiliki arti baik, sedangkan khusnul memiliki arti hina.

Jika mengartikan Husnul khotimah ke dalam bahasa Indonesia, maka berarti akhir yang baik. Tentu semua orang ingin meninggal dunia dengan keadaan sebaik-baiknya agar mendapat rida dari Allah SWT.

Meskipun kita tidak tahu bagaimana cara kita meninggal dunia nantinya, sebagai manusia kita bisa berusaha agar dapat husnul khotimah ketika meninggal kelak, dengan mengamalkan berbagai amalan dan doa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para nabi lainnya berikut ini.

1. Al Quran Surat Ali Imran: 193

Bacaan doa husnul khotimah terdapat dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 193 yang berbunyi sebagai berikut.

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ

Rabbanā innanā sami'nā munādiyay yunādī lil-īmāni an āminụ birabbikum fa āmannā rabbanā fagfir lanā żunụbanā wa kaffir 'annā sayyi`ātinā wa tawaffanā ma'al-abrār

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.”

2. Al Quran Surat Yusuf: 101

Bacaan doa husnul khotimah pernah dipanjatkan oleh Nabi Yusuf AS. Doa tersebut terdapat dalam Al Quran Surat Yusuf ayat 101 yang berbunyi sebagai berikut.

رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

Rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta`wīlil-aḥādīṡ, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah, tawaffanī muslimaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”

3. Al Quran Surat Nuh: 28

Selain Nabi Yusuf, Nabi Nuh juga pernah berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Doa tersebut tercantum dalam Al Quran Surat Nuh ayat 28 yang berbunyi sebagai berikut.

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā

Artinya: “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

4. Doa agar meninggal dalam kondisi syahid

Amalan Rasulullah dan Para Nabi Agar Wafat dalam Husnul KhotimahCanva.com, Edited by Niken Ari
Selain meminta agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah, umat muslim juga selalu meminta agar meninggal dalam kondisi syahid. Kondisi syahid adalah ketika ikut berperang, ibu yang melahirkan anaknya, tenggelam, serta meninggal ketika sedang menuntut ilmu.

Doa yang dapat dipanjatkan agar dapat meninggal dalam kondisi syahid adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِى شَهَادَةً فِى سَبِيلِكَ ، وَاجْعَلْ مَوْتِى فِى بَلَدِ رَسُولِكَ – صلى الله عليه وسلم

Allahummar zuqni syahaadatan fi sabiilika, waj'al mauti fi baladi rasululika shallallahu ‘alaihi wa sallam

Artinya: “Ya Allah berikanlah aku anugrah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari 1890)

5. Doa yang dibaca setiap selesai salat lima waktu

Amalan Rasulullah dan Para Nabi Agar Wafat dalam Husnul KhotimahCanva.com, Edited by Niken Ari
Selepas salat lima waktu, kita dapat memanjatkan doa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Doanya adalah sebagai berikut.

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Allahummakhtim lanaa bil Islaami wakhtim lanaa bil Iimaani wakhtim lanaa bi husnil Khootimati

Artinya: “Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman dan akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah.”

6. Rajin berselawat dan membaca Al Quran

Selain membaca doa di atas, amalan lain yang dapat kita lakukan agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah adalah dengan rajin berselawat dan membaca Al Quran. Kebiasaan baik yang kita lakukan selama hidup di dunia insya Allah akan membuat kita meninggal dunia dalam keadaan yang baik pula. Maka dari itu, jangan pernah melupakan ibadah wajib, ditambah dengan bersholawat dan membaca Al Quran.

Itu tadi amalan doa Rasulullah dan para nabi lainnya agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Semoga saja kita menjadi salah satu hamba Allah yang meninggal dunia dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Amiin.

Berikut tanda-tanda orang meninggal dalam kondisi husnul khotimah:

1. Seseorang yang mengucap kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)

2. Meninggal dengan keringat di dahi.

Berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;

عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّه

كَانَ بِخُرَاسَانَ فَعَادَ أَخًا لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

3. Mati pada malam Jumat atau di siang hari Jumat

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam; 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

4. Orang yang meninggal karena tho’un (penyakit wabah atau sampar).

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

الطَّاعُوْن ُشهَاَدَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.”(HR. Bukhari)

5. Orang yang meninggal karena sakit perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya.

وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)

6. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) .

Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas.

Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.

8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ

“Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)

9. Seseorang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya.

Abu Hurairah RA meriwayatkan;

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ” أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي قَالَ : فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي قَالَ : قَاتِلْهُ قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي قَالَ : فَأَنْتَ شَهِيدٌ قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ : هُوَ فِي النَّارِ “

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan engkau berikan hartamu!” Bagaimana kalau ia melawanku?” Beliau bersabda; “Lawanlah dia!”, “Bagaimana kalau dia membunuhku?” Beliau bersabda; “Engkau syahid”, “Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?” Beliau bersabda; “Dia di neraka!.” (HR. Muslim)

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan nyawanya maka dia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan keluarganya maka dia syahid.” (HR. Tirmidzi)

10. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh.

Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.”

Itulah diantara tanda-tanda seserang meninggal dalam keadaan husnul khotimah, semoga apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang sedang kita upayakan menjadi jalan kita untuk mendapat ridho Allah di surganya kelak. 

Doa Sakaratul Maut

Sakit saat sakaratul maut pasti dirasakan setiap orang saat ruh keluar dari jasad.

Untuk itu, kata Imam Al Ghazali, Rasulullah SAW mengajarkan kita berdoa agar diringankan dari sakit saat sekaratul maut.

"Nabi berdoa berkenaan dengan kejadian saat ajal," kata Imam Ghazali dalam kitabnya yang diterjemaahkan menjadi judul "Mati dan Kejadian Setelahnya."

Berikut doa yang dipanjatkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

اللهم أعني على سكرات الموت

Allahumma a'innii ala sakaratil mauti

Artinya: "Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah sakaratul maut (hilangkanlah rasa sakit saat ajal) bagi-Muhammad."

(*/bangkapos.com)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved