Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Kisah Greysia Polii yang Didiskualifikasi di Olimpiade London, Lalu Rahayu Mengajaknya Berlari

Kisah Greysia Polii yang Didiskualifikasi di Olimpiade London, Lalu Rahayu Mengajaknya Berlari

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
BADMINTON INDONESIA
Greysia Polii/Apriyani Rahayu 

Maka, di aula yang sebagian besar kosong di Musashino Forest Sport Plaza, dengan beberapa pendukung Indonesia menghasut mereka, Polii dan Rahayu berlari.

Mereka ada di mana-mana, melompat, menghancurkan, menyerang, melemparkan diri mereka ke setiap kok. Begitu semangat dan semangat yang mereka lemparkan ke dalam pertandingan sehingga lawan mereka, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan, layu di bawah tekanan.

Dan ketika shuttlecock terakhir melebar, kaki-kaki yang telah menggerakkan mereka tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Polii dan Rahayu menangis tersedu-sedu di podium dan sesudahnya. Sebuah kategori di mana Indonesia telah membuat sedikit kemajuan di masa lalu telah memberikan mereka emas Olimpiade.

Penantian panjang Indonesia telah berakhir.

“Yang terus saya pikirkan adalah, bagaimana terus mendorong dengan setiap tantangan, bagaimana saya bisa membalikkan ini. Dan saya memaksakan diri untuk sejauh ini, dan melakukan yang terbaik yang saya bisa, ”kata Rahayu.

“Aku tidak bisa berkata-kata sekarang. Tentu kita sudah sampai di sini dan mendapatkan medali emas, dan beginilah rasanya mendapatkan medali emas. Anda tidak bisa menggambarkannya,” kata Polii.

“Dua puluh tahun yang lalu, ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri. Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulu tangkis. Dan saya memiliki keyakinan itu ketika saya baru berusia 13 tahun, bahwa saya ingin membuat sejarah bagi Indonesia di ganda putri.

“Singkat cerita, butuh komitmen. Untuk mencapai mimpi, dan untuk bersabar, untuk konsisten di bawah tekanan untuk mencapai tujuan Anda, dan di sinilah saya berada. Beberapa dari Anda tahu Olimpiade London membuat saya patah hati, dan beberapa orang berkata, jangan menyerah. Mereka mempercayai saya. Jadi saya terus berjalan. Dan waktu istirahat terus datang. Dan kemudian Apriyani muncul.

“Saya berterima kasih kepada Apriyani karena berlari bersama saya, apa pun kesulitannya.”

(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved