Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Masifnya Penyebaran Covid-19 di Belitung Bukan Karena Varian Delta, Tapi Masyarakat Abaikan Prokes

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung, dr Andri Nurtito membantah Virus Corona varian Delta jadi penyebab masifnya penyebaran Covid-19 di Belitung.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Andri Nurtito. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, dr Andri Nurtito membantah Virus Corona varian Delta jadi penyebab masifnya penyebaran Covid-19 di Pulau Belitung semenjak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Dinas Kesehatan sedang mengirimkan beberapa sampel yang dicurigai untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kami belum menemukan adanya virus varian Delta. Saat ini sampel masih kita kirim ke Labolatorium pusat. Kita tunggu saja,” kata dia kepada Bangkapos.com di Makorem 045/Garuda Jaya, Selasa (3/8/2021) petang.

Menurut Andri, meningkatnya angka kasus Covid-19 di Belitung belakangan ini karena minimnya penerapan protokol kesehatan masyarakat saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Peningkatan kasus ini karena protokol kesehatan tidak dipatuhi,” terang Andri.

Sementara itu, diakui dia, saat ini target pengetesan dini (Testing) di tiga daerah yang menerapkan PPKM Level 4 seperti Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Bangka Barat juga masih minim.

Hal itu lantaran petugas mengalami keterbatasan alat rapid tes antigen semenjak target testing yang meningkat.

Seperti yang diketahui target testing harian di Kabupaten Bangka Barat sebanyak 305 orang, Kabupaten Belitung 407 orang dan Belitung Timur 277 orang.

“Kita berusaha untuk memenuhi target. Alat yang kurang ini Gubernur sudah mengusahakan ada penambahan alat rapid test antigen dari donasi pengusaha dan CSR. Selain itu, kita juga sudah minta ke pemerintah pusat,” pungkas Andri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ada lima provinsi dengan kenaikan kasus Covid-19 tertinggi, yakni Sulawesi Tengah, Riau, Sumatera Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Barat.

Kota lain dengan kasus lonjakan Covid-19 varian Delta adalah Medan, Sumatera Utara, Makassar, Banjarmasin, kota Pekanbaru Kota Banjarbaru, kota Tarakan dan Jayapura. Di tingkat kabupaten adalah Sikka, Berau, dan Belitung.

“Ini adalah daerah-daerah yang kenaikan tinggi dan pemerintah memberikan prioritas kepada daerah-daerah tersebut,” ucap dia.

Sedangkan, beberapa provinsi yang sudah mengalami penurunan kasus, yaitu NTT kecuali Kabupaten Sikka, Lampung, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Kepri, dan Kalteng.

Adapun berdasarkan pemantauan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, ada beberapa daerah yang menerapkan penggunaan masker sudah cukup baik dan ada beberapa daerah yang belum menerapkan secara baik.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved