Breaking News:

Berita Sungailiat

Warga Sungailiat Takut Makan Beras Bansos dari Bulog, Kenyal, Aromanya Tidak Seperti Nasi Biasanya

Untuk membuktikan laporannya, Nasir mengajak Kaling dan beberapa warga jamaah masjid untuk datang ke rumahnya melihat dan memeriksa beras dan nasi itu

Penulis: edwardi | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Edwardi)
Nasi dan beras bansos yang dimasak keluarga Nasir terlihat kering dan kenyal 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah warga Lingkungan Parit Parkir Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka pagi-pagi sudah dihebohkan dengan keluhan warga soal beras bantuan sosial (bansos) untuk warga penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) setelah dimasak terlihat kering dan kenyal, bahkan bila dicium berbau karung padahal sudah dicuci bersih.

Kejadian ini dilaporkan warga kepada Kepala Lingkungan (Kaling Parit Pelit, M Rozi usai Salat Subuh berjamaah di Masjid Ar  Roki'in Kawasan PPN Sungailiat, Selasa (03/08/2021).

"Maaf pak Kaling, saya mau lapor soal beras bansos yang saya terima kemarin, setelah dimasak nasi yang dihasilkan seperti kering dan kenyal, kita kepala pakai tangan juga tidak menyatu dan tidak lengket, tidak seperti beras biasa yang kita makan sehingga kami tidak berani memakannya," kata Nasir, warga Gang Sedulur Lingkungan Parit Pekir, Selasa (03/08/2021).

Untuk membuktikan laporannya, Nasir mengajak Kaling dan beberapa warga jamaah masjid untuk datang ke rumahnya melihat dan memeriksa beras dan nasi itu secara langsung.

"Beras bansos ini saya dapat 10 kg dibagikan di Kantor Lurah Sungailiat kemarin, siangnya kami masak. Beras tampak bagus dan butiran beras juga utuh dan tidak ada patah, sehingga setelah dicuci bersih lalu ditanak setengah matang kemudian dikukus dalam dandang kukusan," kata Nasir.

Setelah masak ternyata nasinya terlihat kering tidak lengket atau menyatu dan kenyal, tidak seperti beras biasanya sehingga kami takut memakannya," imbuh Nasir.

Ditambahkannya, beras ini dimasak siang kemarin namun hingga pagi ini nasinya juga masih kering dan kenyal dan tidak bau atau basi, kalau beras biasa kalau kita masak siang kemarin pagi hari sudah basi.

Sementara itu Paking, warga Gang Sedulur Lingkungan Parit Pekir mengaku juga mendapatkan beras bansos 10 kg kemarin, namun beras itu belum dimasaknya.

"Ini contoh beras punya saya , butiran berasnya kelihatan bagus dan utuh tapi saya belum memasaknya," kata Paking.

Sementara itu Sa'adah, warga Parit Pekir lainnya mengatakan beras bansos dari Bulog harus dimasak menggunakan takaran air yang lebih banyak dari beras biasa yang dibeli di pasar 

"Kemungkinan cara memasak beras itu salah, mungkin kurang air sehingga berasnya tidak menyatu, kalau beras raskin atau bansos dari Bulu g itu memasaknya harus banyak takaran airnya," kata  Sa'adah.

Sementara itu Kaling Parit Pekir, M Rozi mengatakan sudah mengambil sampel nasi dan beras yang dimasak keluarga Nasir.

"Sampel beras dan nasi ini akan saya bawa ke Kantor Kelurahan untuk dilaporkan kepada pak Lurah," ujarnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved