Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bank Indonesia Cermati Pertumbuhan Ekonomi Dampak PPKM di Bangka Belitung, Begini Prediksinya

Bank Indonesia akan mencermati pertumbuhan ekonomi pada triwulan III, dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika akan mencermati pertumbuhan ekonomi pada triwulan III, dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4.

"Kita cermati adalah pada triwulan III semenjak gelombang pandemi Covid-19 meningkat, mobilitas masyarakat terjadi pembatasan karena pengendalian Covid-19. Otomatis ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan III saat PPKM berlaku," ujar Tantan saat ditemui bangkapos.com, Rabu (4/8/2021).

Dibeberkannya, padahal pada triwulan II 2021 pertumbuhan ekonomi sudah mulai bergerak meningkat.

"Khusus di Babel, triwulan II diperkirakan meningkat signifikan dengan kisaran 4,5 - 5,5 persen karena pada tahun 2020 lalu itu terjadi pertumbuhan negatif sekitar -4,99 persen, terutama disebabkan oleh harga timah yang sempat rendah, yakni 14.000 US dolar per metrix ton ke bawah," kata Tantan.

Pertumbuhan positif ini karena didorong harga timah tinggi serta sektor lain seperti perkebunan dan perikanan membaik pada triwulan II.

Baca juga: Nikahi Janda Montok nan Seksi, Bujang Lapuk Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri, Terungkap Fakta Ini

Baca juga: Gabrielly Meregang Nyawa saat Berhubungan Suami Istri di Mobil, Terungkap Ini Penyebab Kematiannya

"Namun saat ini sedang kita cermati dampaknya juga terhadap inflasi dan ekonomi. Kita lihat sejauh ini belum terlihat signifikan, posisi Juli 2021 masih sesuai target kita.

Kalau inflasi di Babel belum terlihat hal-hal yang mengkhawatirkan, bahkan dari sisi perkembangan harga-harga kita perkirakan sampai akhir tahun ada pada range 2-4 persen," kata Tantan.

Sampai bulan Juli 2021, inflasi terjadi pada kisaran 2-2,9 persen artinya masih sesuai dengan target pemerintah yang secara nasional di bawah 2 persen maka di Babel dari sisi konsumsi masyarakat sudah mulai bergerak sehingga tekanan harga mulai terlihat.

"Namun nilai konsumsi belum terlalu kuat, sehingga kebijakan lebih longgar, yang difokuskan ke pertumbuhan ekonomi baik itu kebijakan fiskal dan moneter agar perekonomian cepat pulih," kata Tantan.

Baca juga: Virus Corona Bikin Rekor Lagi di Bangka Belitung, Besok Isolasi Terpadu Mulai Berjalan

Baca juga: Pasien Isoman Banyak Meninggal di Kace, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Babel Naik 5 Kali Lipat

Namun, diprediksi pertumbuhan ekonomi akan berpengaruh terhadap ekonomi dan produksi saat PPKM Level III dan IV mulai berlaku.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved