Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kios yang Disiapkan Pemkot Pangkalpinang Sepi, Inilah Alasan Jamal Tetap Jualan di Trotoar

Pria 49 tahun ini hanya bisa pasrah, keringat mulai bercucuran ketika ia berusaha merobohkan meja yang terbuat dari kotak bekas

Editor: khamelia
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Petugas Satpol PP Kota Pangkalpinang saat melakukan penertiban pedagang di Pasar Kranas (Pasar Induk) Kota Pangkalpinang, Rabu (4/8/2021) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jamal, seorang pedagang di Pasar Kranas, Jalan Pasir Putih, Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung memilih membongkar sendiri lapaknya saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang tiba di lokasi, Rabu (4/8/2021) pagi.

Pria 49 tahun ini hanya bisa pasrah, keringat mulai bercucuran ketika ia berusaha merobohkan meja yang terbuat dari kotak bekas yang biasanya ia gunakan sebagai tempat menjajakan ikannya.

Hal serupa terlihat dilakukan oleh pedagang lainnya yang didominasi pedagang ikan, ayam hingga sayur, mereka merelakan untuk ditertibkan.

Baca juga: Hari Ini Press Release Pengungkapan Bandar Narkotika Asal Sungailiat, BB 4.269 Butir Ekstasi

Tak ada satupun pedagang yang melakukan perlawanan. Satu persatu penyangga besi lapaknya dibongkar sendiri.

Menurut Jamal, sebelum dilakukan penggusuran dirinya sudah menerima peringatan dari Satpol PP untuk segera pindah yang telah ditentukan.

"Kita bongkar sendiri, karena ini juga salah kita. Karena sudah diberi peringatan beberapa hari sebelumnya," kata dia kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Kabar Terbaru Tamara Bleszynski, Ungkap Jadi Janda Miskin Gara-Gara Lakukan Ini

Diakui Jamal, sedikitnya sudah tiga kali lapak dagangannya terkena gusur oleh Satpol PP Pangkalpinang.

Meskipun begitu, ia bersama pedagang lainnya tetap bersikeras untuk berdagang di trotoar jalan, lantaran kios yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang jarang disambangi pembeli.

Terlebih diungkapnya, selama pedagang yang ditertibkan berjualan di luar kios, mereka sama sekali tidak mendapatkan pembeli seperti yang di luar. Bahkan selama pandemi penjualan terus menurun.

"Lapak yang disediakan Unit Pelaksana Teknis (UPT-red) itu tidak tepat. Pembeli jarang yang mau ke sana, katanya malas parkir motor," terang Jamal.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved