Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Puluhan Orang Jalani Isoman di Pangkalbalam, Kepala Puskesmas Pastikan Semua Terpantau

Ada puluhan orang di Kecamatan Pangkalbalam menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah per 3 Agustus 2021.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jonnimar. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jonnimar mengatakan ada puluhan orang di Kecamatan Pangkalbalam menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah per 3 Agustus 2021.

Sebanyak 54 orang yang menjalani Isoman terdiri dari lima daerah yang masuk ke dalam wilayah kerja Puskesmas Pangkalbalam yakni Kelurahan Ampui, Kelurahan Ketapang, Kelurahan Lontong Pancur, Kelurahan Rejo Sari dan Kelurahan Pasir Garam.

“Kalau totalnya ada 59, empat orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Data ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah untuk hari ini,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (4/8/2021).

Jonnimar menuturkan, tak semuanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Menurutnya, ada beberapa kriteria pasien boleh isoman di tempat yang telah disiapkan pemerintah setempat maupun di rumah jika memungkinkan.

Baca juga: Nikahi Janda Montok nan Seksi, Bujang Lapuk Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri, Terungkap Fakta Ini

Baca juga: Gabrielly Kena Serangan Jantung Saat Berhubungan Intim dengan Kekasihnya, Dia Alami Pendarahan

Pasien konfirmasi positif Covid-19 diperbolehkan untuk melakukan isoman adalah pasien tanpa gejala dan bergejala ringan. Konfirmasi positif itu bisa dilihat dari hasil tes rapid tes antigen yang dilakukan.

“Kalau bergejala ringan seperti batuk, demam itu bisa isoman tidak perlu ke rumah sakit,” terang Jonnimar.

Sedangkan, pasien konfirmasi positif Covid-19 yang bergejala sedang hingga berat, maka tidak diperbolehkan hanya isolasi mandiri saja dan harus rawat inap di rumah sakit.

Misalnya, pasien mengalami sesak napas bahkan lebih bernapas lebih dari 24 kali dalam satu menit, dan saturasi oksigen rendah di bawah 90 persen. Selain itu pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid juga wajib melakukan rawat inap.

“Kalau saturasi kurang dari 90 persen itu sudah membutuhkan perawatan khusus dan segera kita rujuk ke rumah sakit,” sebutnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved