Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DPRD Kota Pangkalpinang Dukung Kebijakan Pemkot Tekan Pandemi Tanpa Panik

Rio Setiadi menyebut, pihaknya dari DPRD kota Pangkalpinang mendukung kebijakan Wali Kota dalam menekan pandemi Covid-19 tanpa panik.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Ist/Rio
Wakil Ketua Komisi 2 DPRD kota Pangkalpinang, Fraksi PKS, Rio Setiadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil ketua komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Fraksi PKS, Rio Setiadi menyebut, pihaknya dari DPRD kota Pangkalpinang mendukung kebijakan Wali Kota dalam menekan pandemi Covid-19 tanpa panik.

Kata Rio, antara keselamatan jiwa dan perekonomian adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, sama pentingnya, sehingga perlu dikelola dengan baik agar jangan sampai terjadi gesekan antara keduanya.

Baca juga: Nikahi Janda Montok nan Seksi, Bujang Lapuk Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri, Terungkap Fakta Ini

Baca juga: Aksi Berbikini Dinar Candy Protes PPKM Diperpanjang Terancam Dilaporkan, PB SEMMI: Sensasi Murahan

"Kami mengapresiasi pemerintah kota yang berusaha untuk menambah fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19 seperti ruang isolasi, lab untuk pemeriksaan sampel PCR, serta menggalang bantuan sosial untuk masyarakat terdampak atau pasien isolasi mandiri," sebut Rio kepada Bangkapos.com, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, memang sangat diperlukan komunikasi yang baik antara kepala daerah dengan kelompok masyarakat, agar penanganan pandemi Covid-19 ini dapat dilakukan secara masif, satu persepsi dan yang paling penting adalah kebersamaan.

"Namun kami juga punya harapan kepada pemerintah daerah agar memperhatikan terkait pelaksanaan tes PCR yang memakan waktu hingga tiga sampai dengan empat hari, menurut kami ini terlalu lama, seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari, karena hasil swab PCR tersebut bersifat real-time. Semoga Pandemi segera berlalu," ujarnya.

Rio mengatakan, dimana diketahui Pangkalpinang dalam status PPKM Level 3 yang membatasi ruang gerak masyarakat untuk mencegah terjadinya kerumunan dan mobilitas.

Baca juga: 40 Orang Ini Justru Kaya Mendadak Karena Covid-19, Ini Daftar Namanya!

Baca juga: Kisah Putri Bungsu Gubernur Bangka Belitung Dua Kali Terpapar Covid-19, Lakukan Hal Ini saat Isoman

"Di beberapa daerah di kota kota besar banyak terjadi konflik vertikal antara aparat dengan kelompok masyarakat dikarenakan perbedaan presepsi terhadap penanganan covid-19 ini masyarakat ingin mencari makan namun dibatasi oleh peraturan yang ketat untuk mencegah bertambahnya kasus positif," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved