Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Enam Orang dengan Gejala Ringan Covid-19 Tempati Wisma Karantina Kota Pangkalpinang

Saat ini ada enam orang dengan Covid-19 gejala ringan yang dirawat di wisma karantina pemkot Pangkalpinang di eks Puskesmas Girimaya.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
WISMA karantina pemkot Pangkalpinang di eks Puskesmas Girimaya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang Kholidi menyebut, saat ini ada enam orang dengan gejala ringan yang dirawat di wisma karantina pemkot Pangkalpinang di eks Puskesmas Girimaya.

Kata Kholidi, ada 19 tempat tidur yang disedikan di wisma karantina, dan tidak pernah terisi penuh, yang mengisi berkisaran 4-6 orang saja.

"Kalau sekarang ada enam orang yang kita rawat, semuanya dari warga Kota Pangkalpinang. Dan bukan gejala berat hanya gejala ringan saja seperti demam, dan pusing-pusing ringan," kata Kholidi kepada Bangkapos.com, Kamis (5/8/2021).

Kholidi mengatakan, ada dua perawat jaga dan satu dokter stay di wisama karantina untuk selalu memeriksa keadaan.

Baca juga: Nikahi Janda Montok nan Seksi, Bujang Lapuk Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri, Terungkap Fakta Ini

"Yang karantina di wisma sudah pasti mendapatkan makan, makanya kami yang tanggung. Untuk dokter dan perawat ada yang stay di sana, berikut petugas BPBD kita juga," bebernya.

Menurutnya, wisma karantina memang dapat digunakan oleh masyarakat umum jika ditemukan hasil positif dan di rumahnya tidak memadai untuk dilakukan isolasi.

"Memang kita sifatnya siap siaga kalau ada pasien yang masuk seperti ini kita langsung siap buka, kemarin kita bukan tutup hanya saja kemarin tidak ada yang menempati, kalau sekarang sudah ada orang yang menempati kita siap buka," ucapnya.

Baca juga: Pria Ini Belum Sempat Lampiaskan Hasrat Pada Istri Orang di Kamar, Baru Pegang Tangan Malah Apes

Kata Kholidi, siap siaga tersebut dilakukan agar lebih menghemat anggaran yang dikeluarkan.

"Kalau kita terus buka otomatis anggaran kita terus terkucurkan kesana, percuma saja kalau tidak ada pasiennya makanya setelah kita evaluasi bebebrapa waktu lalu kita sifatnya siapa siaga saja. Tapi kalau sekarang kita buka terus karena selalu ada pasien," jelasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved