Breaking News:

Berita Bangka Barat

Penambang Banyak Warga Luar, Bong Ming Ming Miris, Bangka Barat Hanya Dapat Kerusakan Alam Saja

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming mengungkapkan terkait pekerja khususnya di Kabupaten Bangka Barat harus lebih memberdayakan warga lokal.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Sejumlah ponton yang kerap beraktivitas di Perairan Jungku, kini berjajar di pinggir pantai Desa Selindung, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming mengungkapkan terkait pekerja khususnya di Kabupaten Bangka Barat harus lebih memberdayakan masyarakat lokal.

"Jadi begini waktu saya masih di panja pertambangan waktu di DPRD Provinsi Bangka Belitung, kami sempat ke kementerian BUMN. Salah satu persyaratan PIP (Ponton Isap Produksi) khususnya di Kabupaten Bangka Barat, salah satu persyaratan pentingnya pekerjanya harus masyarakat lokal," kata Bong Ming Ming, Kamis (05/08/2021) kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Dari Minta Dihamili hingga Jual Celana Dalam, Inilah 4 Aksi Menghebohkan DJ Dinar Candy

Dengan memaksimalkan masyarakat lokal, Bong Ming Ming berharap ada ruang bagi masyarakat lokal untuk mendapatkan pekerjaan.

"Ini dibuktikan oleh KTP jadi kalau dari luar Bangka Barat, silahkan saja dari pengusaha saja. Tapi pekerjanya tetep masyarakat Bangka Barat, ini yang kita harapkan tegakkan saja aturannya seperti itu inilah yang kita miris," ungkap Bong Ming Ming.

Begini Efek Yang Dirasakan Setelah Suntik Vaksin Covid-19

Lebih lanjut seperti halnya di sektor pertambangan, Bong Ming Ming membeberkan Kabupaten Bangka Barat hanya mendapatkan dampak negatifnya saja terutama terhadap lingkungan.

"Yang saya temukan di lapangan adalah yang punya usaha orang luar, yang bekerja orang luar Bangka Barat, yang ngambil sisa-sisanya juga orang luar Bangka Barat. Lalu orang Bangka Barat dapat apa, jadi kita dapat hanya kerusakan saja," kata Bong Ming Ming.

Selain itu untuk para pengusaha yang berada di Kabupaten Bangka Barat, ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat akan mendorong 60% pekerja adalah masyarakat Bangka Barat.

"Ke depan akan kita tertibkan dan saya berharap minimal 40% sampai 60%, semua perusahaan di Bangka Barat ini pekerjanya orang Bangka Barat," ucapnya.

Baca juga: Sosok Taka, Putri Gubernur Bangka Belitung Sukses Dua Kali Lawan Covid-19, Ambil Kuliah Pariwisata

Sementara itu sebelumnya satu diantara penambang yang ditemui di Desa Selindung, Kecamatan Muntok, Madjali mengaku mayoritas penambang TI sebelumnya berasal dari perairan Bangka Selatan.

"Dari selatan semua ini, bawa ponton itu dari Toboali biaya Rp 6 juta untuk bawa ponton itu kesini. Kalau disini kita ngambil TI itu ya agak ke tengah laut, enggak dipinggir ini kalau di pinggir ya gak ada. Dapat itu sekitar Rp 3 juta lah tapi dibagi lagi, kadang dapat juga tapi kadang gak dapat juga timah iti tergantunglah," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved