Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Depati Bahrin, Warga Belinyu Jadi Tersangka

Kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka, pekan lalu berbuntut panjang. Penyidik Satreskrim P

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan, Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum dan Kasi Humas Iptu Zulkarnain saat jumpa pers, Jumat (6/8/2021) terkait pengambilan paksa Pasien Covid 19. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka, pekan lalu berbuntut panjang. Penyidik Satreskrim Polres Bangka menetapkan M Anwar Ali Zain sebagai tersangka, Jumat (6/8/2021).

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan yang memimpin konfrensi pers di Aula Polres Bangka. "Kita tetapkan sebagai tersangka setelah menindak-lanjuti laporan dari pelapor dalam hal ini dokter RSUD Depati Bahrin," kata Kapolres. 

Akibat perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 1984 RI. Dalam UU tersebut dinyatakan ancaman hukuman bagi pihak yang sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah menular.

Peristiwa ini terjadi, Senin (26/7/2021) lalu sekitar Pukul 03.00 WIB. Bermula saat pasien atas nama Achmad Mawardi dinyatakan oleh Tim Medis RSUD Depati Bahrin meninggal dunia sekitar Pukul 00.05 WIB. Kemudian sekitar Pukul 00.20 WIB hasil swab TCM pasien dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga jenazah akan dilakukan pemulasaran oleh pihak RSUD Depati Bahrin. Selanjutnya pihak RSUD Depati Bahrin memberikan penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien terkait hal tersebut untuk dilaksanakan proses penanganan Pasien Covid-19 yang meninggal dunia sesuai prosedur, namun tidak diterima oleh keluarga pasien.

Keluarga pasien tetap akan mengambil jenazah untuk dilakukan pemandian dan pemakaman sendiri. Sehingga Pukul 03.00 WIB datang massa dari keluarga dan kerabat pasien untuk mengambil secara paksa menggunakan ambulans desa tanpa menjalankan prosedur protokol kesehatan Pasien Covid-19.

Saat itu berdasarkan keterangan saksi, satu orang yang paling keras menentang pemakaman secara Prokes, adalah Muhammad Anwar Ali Zain, adik kandung pasien. Kemudian berdasarkan laporan polisi tersebut di atas anggota Satreskrim Polres Bangka mencari keberadaan Muhammad Anwar dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum dan Kanit Tipidter Ipda Dana.

Selanjutnya Kamis (5/8/2021) sekitar pukul 19.00 WIB Muhammad Anwar berhasil diamankan di kediaman keluarganya di Airasam Kecamatan Belinyu, lalu dibawa ke Polres Bangka hingga akhirnya dijadikan tersangka. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved