Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Masuk Wilayah Rawan Narkoba, Jadi Daerah Tujuan Pasar dan Persinggahan

Dirresnarkoba Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Achmad Yanuari Insan mengatakan, Provinsi Babel masuk ke dalam daerah rawan peredaran gelap narkoba.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Dir Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Yanuari Insan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kombes Pol Achmad Yanuari Insan mengatakan, Provinsi Babel masuk ke dalam daerah rawan peredaran gelap narkoba.

Modusnya kerap kali melewati jalur perairan, baik melalui kapal pengangkut yang bersandar maupun pelabuhan tikus.

"Jadi begini Babel ini menjadi daerah dengan dua kategori, pertama kategori daerah tujuan, kedua menjadi daerah persinggahan," kata dia, usai pemusnahan narkoba di BNNP Babel, Jumat (6/8/2021).

Menurut Achmad Yanuari, Babel masuk daerah rawan peredaran narkoba hal itu diukur berdasarkan keaktifan aparat penegak hukum dalam menindak peredaran narkoba.

Baca juga: Sosok Mantan Pacar Calon Kowad Cantik Ini Diburu Warganet, Sang Kakak Langsung Dapat Warning ini

Baca juga: Pulang dari Tokyo, Atlet Indonesia Tak Bisa Pulang ke Rumah Mereka, Ada Sosok Ini Ingin Bertemu

Baca juga: Greysia/Apriyani Tak Hanya Dapat Rp5 Miliar, Tapi Masih Kalah dengan Bonus Atlet Negara Tetangga

Selain itu, lanjut dia, juga didasarkan kepada teori supply and demand atau teori penawaran dan permintaan.

"Kalau ranking (Peringkat-red) berapa secara nasional, kembali ke supply dan demand. Kita tidak ada daerah dengan ranking. Tidak ada patokan ranking berapa. Kita diukur dari pengungkapan keaktifan dari personel itu sendiri, misalnya BNN, Polri serta Bea dan Cukai dalam menindak," terang perwira melati tiga ini.

Meskipun demikian, kata Acmad Yanuari, untuk tingkat penyalahgunaan narkoba sudah dapat diketahui berdasarkan prevalensi sebanyak 2,4 persen dari total jumlah penduduk suatu daerah.

"Jadi permintaan (Narkoba-red) di Babel berbeda dengan  di daerah Jawa yang jumlah penduduk banyak. Kalau dihitung ranking tidak ada, hanya ada nilai prevalensi," pungkas Dirresnarkoba.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved