Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penangan Covid-19 di Bangka Belitung Telan Rp106,9 M, DPRD Soroti Vaksin dan Kesadaran Masyarakat

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Naziarto mengatakan anggaran untuk penanganan Covid-19 sudah dikeluarkan sebanyak Rp106,9 miliar.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Rapat Dengar Pendapat Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 bertempat di Ruang Rapat Banmus DPRD Provinsi Bangka Belitung, Jumat (6/8/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Naziarto mengatakan anggaran untuk penanganan Covid-19 sudah dikeluarkan sebanyak Rp106,9 miliar.

"Dari Rp106,9 miliar, refocusing dari dana alokasi umum (DAU) ada Rp76,2 milar, dana belanja tidak terduga (BTT) ini kurang lebih sekitar Rp5,2 miliar dan dana insentif daerah (DID) Rp25,5 miliar," ujar Naziarto saat Rapat Dengar Pendapat Terkait Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 bertempat di Ruang Rapat Banmus DPRD Provinsi Bangka Belitung, Jumat (6/8/2021).

Lebih lanjut, Dia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota sudah terjalin baik terkait masalah anggaran penanganan Covid-19.

"Kita di provinsi tidak hanya mengurus penanganan Covid-19 di provinsi saja tetapi sampai ke kabupaten kota. Kita bersyukur, kolaborasi provinsi dan kabupaten kota dalam masalah anggaran, menurut saya sudah berjalan baik, hanya tinggal implementasi di lapangan," kata Naziarto.

Dalam rapat dengar pendapat itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hadir untuk membahas penanganan Covid-19.

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi prihatin terkait penyebaran Covid-19 semakin hari kasus meningkat setelah berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Kita mengajak seluruh stakeholder yang menangani Covid-19 ini, kita adakan rapat dengar pendapat, kita dengar keluhan mereka," kata Herman usai rapat dengar pendapat.

Lebih lanjut, Dia menyebutkan ada dua permasalahan yang menjadi sorotan yang diberikan saran saat rapat berlangsung.

Baca juga: Sosok Mantan Pacar Calon Kowad Cantik Ini Diburu Warganet, Sang Kakak Langsung Dapat Warning ini

Baca juga: Greysia/Apriyani Tak Hanya Dapat Rp5 Miliar, Tapi Masih Kalah dengan Bonus Atlet Negara Tetangga

"Pertama, kita kekurangan vaksin, sementara vaksinator itu sudah siap, ternyata vaksin distribusi dari pusat. Mari bersama-sama kita mengejar agar vaksin bisa sampai ke Babel sesuai kebutuhannya maka perlu kerjasama.”

“Kedua, pada hari ini kesadaran masyarakat kita masih kurang tentang kekhawatiran Covid-19, kita sarankan para pelaksana kegiatan jangan bosan untuk melakukan sosialisasi kembali," jelas Herman.

Dia menyarankan sosialisasi pemahaman tentang Covid-19 itu di mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW) dan desa atau kelurahan.

"Kita juga perlu melibatkan tokoh-tokoh agama, pemuda, perempuan yang ada di desa, kita sarankan itu ke eksekutif. Masyarakat desa itu biasanya taat kepada pemimpin daerah mereka, ayo dimulai dari itu lagi. Berdasarkan hasil rapat ini, kami akan membuat rekomendasi ke eksekutif untuk dilaksanakan," kata Herman.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved