Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Peti Jenazah Pasien Covid-19 Dibongkar Paksa Keluarga Terjadi di Sungailiat

Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum mengatakan ada kasus lain terkait pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19

bangkapos.com
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan, Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum dan Kasi Humas Iptu Zulkarnain saat jumpa pers, Jumat (6/8/2021) terkait pengambilan paksa pasien Covid 19. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)   

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19 yang berujung keluarga pasien jadi tersangka bukanlah kasus terakhir yang ditangani oleh Sat Reskrim Polres Bangka.

Dikatakan Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan Jumat (6/8/2021) saat jumpa pers ada sejumlah kasus lainnya yang sedang didalami.

"Selain kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 warga Belinyu, ada kasus lainnya yang kita tangani di wilayah lain yakni di Kecamatan Pemali dan Kecamatan Sungaliat," kata AKBP Widi Haryawan 

Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum mengatakan ada kasus lain terkait pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19.

Baca juga: Usai Berkencan dengan Bule, PSK Ini Mengeluh Sakit dan Pendarahan Sebelum Tewas di Kasur

Baca juga: Nikahi Janda Montok nan Seksi, Bujang Lapuk Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri, Terungkap Fakta Ini

Diketahui, ada pula tindakan membongkar paksa peti jenazah pasien Covid-19 yang telah dilakukan dengan prosedur penanganan Covid-19

"Selain warga Belinyu, di Pemali juga sama kasusnya. Sedangkan yang di Sungaliat beda, keluarga membongkar jenazah yang ada dalam peti kemudian mengeluarkan dan memandikan kembali sebelum dimakamkan," kata AKP Ayu Kusuma Ningrum.

Baca juga: Pernah Baku Hantam dengan Teroris, Brigjen Pol Krishna Murti Muncul Beri Tebak-tebakan Tapi Garing

Sebelumnya diberitakan, Sat Reskrim Polres Bangka menetapkan M Anwar Ali Zain warga Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka sebagai tersangka kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Depati Bahrin.

Pasien atas nama Achmad Mawardi yang meninggal dan dinyatakan positif Covid 19, ditolak keluarga saat akan dilakukan prosedur penanganan pasien Covid-19

M Anwar Ali Zain selaku adik pasien beserta keluarganya mengambil paksa jenazah dan membawanya pulang dari RSUD Depati Bahrin.

Setelah mendalami laporan kejadian dari pihak RSUD Depati Bahrin ke Polres Bangka penyidik menetapkan M Anwar Ali Zain sebagai tersangka dijerat pasal 14 Ayat (1) UU RI Nomor 4 tahun 1984 berisi "Dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah menular".

Ancaman 1 tahun penjara dan denda setinggi tingginya Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)

Namun kasus ini tertunda saat M Anwar Ali Zain yang akan menjalani pemeriksaan hasil swab antigen positif.

Selanjutnya pemeriksaan ditunda dan tersangka dibawa ke Mess Elminit PT Timah Tbk di Pemali untuk menjalani isolasi dan perawatan Covid-19.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved