Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Siswa Belajar Online Jadi Beban Orangtua, Berperan Aktif Yang Mengerjakan Tugas Sekolah

Selama pembelajaran daring, ibu dua anak tersebut harus mengawasi dan memastikan anaknya mengikuti proses pembelajaran

Editor: Agus Nuryadhyn
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Belajar Online 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga 9 Agustus 2021.

Tak ayal, Kota Pangkalpinang yang berstatus PPKM level 3 membuat kebijakan pembelajaran daring di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut pun diperpanjang.

Bagi sebagian orang tua siswa, hal itu tentu menjadi beban tersendiri. Seperti halnya yang dirasakan Desti (29), warga Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan.

Selama pembelajaran daring, ibu dua anak tersebut harus mengawasi dan memastikan anaknya mengikuti proses pembelajaran. Tak jarang, Desti justru lebih berperan aktif dalam mengerjakan tugas‑tugas sekolah yang diberikan oleh guru.

"Susah belajar online (daring) ini. Bukan anaknya yang pintar, tetapi orang tua yang belajar lagi," katanya kepada Bangka Pos, Kamis (5/8).

Desti juga mengaku dirinya kerap mengalami stres selama mengajari anaknya yang duduk di kelas VI sekolah dasar. Menurut dia, anaknya sering mengabaikan ucapannya dan lebih sering menggunakan gadget serta bermain sehingga tidak begitu peduli dengan pembelajaran sekolah.

"Bingunglah, kadang saja sampai saya marahi anak saya karena enggak pernah dengar kalau dikasih tahu. Apalagi guru cuma beri tugas saja lewat WhatsApp grup lalu kirim link video YouTube untuk contohnya," ujar Desti.

"Anak saya ini sekolah di SD swasta, jadi sekolah online, tetapi uang SPP (sumbangan pembinaan pendidikan--red) juga tetap jalan. Belum lagi uang untuk beli kuota," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Desti berharap agar guru tidak hanya sekadar memberikan tugas saja. Para guru juga harus membuatkan video pembelajaran yang mudah dipahami para siswa.

Sebab, menurut Desti, tidak semua siswa dapat langsung mengerti belajar melalui YouTube, apalagi mata pelajaran matematika. "Kalau bisa gurunya yang buat video, direkam sendiri lalu dibagikan ke grup," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved