Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Bangka Belitung Dijatahi 30 Ribu Dosis Untuk Sepekan, Prioritas Untuk Penerima Suntikan Dosis Ke 2

selama sepekan, Babel diberi jatah sebanyak 30 ribu dosis. Sedangkan, target vaksinasi per hari sebanyak 8 ribu orang

Editor: Agus Nuryadhyn
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Ilustrasi Vaksinasi CoronaVac 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengakui jatah vaksin Covid‑19 per daerah dibatasi oleh pemerintah pusat. Maka dari itu, hingga kini proses vaksinasi Covid‑19 masih diprioritaskan untuk masyarakat penerima suntikan dosis kedua.

"Dari Kementerian Kesehatan dapat hanya sedikit, sehingga kita berikan dan prioritas kepada mereka penerima dosis kedua. Tetapi sebenarnya kalau berminat untuk vaksin astrazeneca masih ada," kata Kepala Dinkes Babel, dr Andri Nurtito, Jumat (6/8).

Andri mengatakan bukan berarti kondisi ini membuat vaksinasi untuk masyarakat umum dihentikan. Memang diakuinya, Dinkes Babel tak lagi mendapatkan stok selama pengiriman vaksin dua kali terakhir.

"Semuanya diberikan langsung kepada pemerintah kabupaten/kota. Suplai tetap melalui Dinkes Babel, tetapi maksudnya pemerintah pusat telah menyiapkan jatah untuk per kabupaten/kota. Memang sebelumnya Dinkes Babel mendapat stok sebanyak 5 persen dari jumlah total vaksin," ujarnya.

Baca juga: Polres Basel Pasang Tenda Darurat Untuk UGD, Pasien Covid-19 di Selasar RSUD Dipindah ke Tenda

Menurutnya, selama sepekan, Babel diberi jatah sebanyak 30 ribu dosis. Sedangkan, target vaksinasi per hari sebanyak 8 ribu orang untuk vaksinasi kecepatan rendah.

"Kalau kecepatan tinggi bahkan sampai 16 ribu suntikan per hari. Kita dalam satu minggu hanya diberi 30 ribu dosis, kalau kita dengan kecepatan rendah tiga hari saja selesai," ungkapnya.

Namun, pihaknya terus berupaya untuk meminta vaksin dosis kedua dari Kemenkes.

"Pak Gubernur tetap komunikasi dengan Pak Menkes. Saya juga menghubungi Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular. Janjinya mungkin pertengahan Agustus atau September nanti vaksin akan banyak. Vaksin jenis Sinovac, Moderna nanti juga ada, tapi untuk tenaga kesehatan," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Erzaldi Sampaikan 6 Rencana Prioritas Pembangunan di Bangka Belitung

Juru Bicara Vaksinisasi Babel sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo mengatakan dalam syarat vaksinasi, Nomor Induk Kependudukan (NIK) harus sesuai dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"NIK harus sesuai bila ada kesalahan, harus dilaporkan dulu ke Dinas Dukcapil. Karena NIK itu tersistem, saat dimasukan NIK maka akan muncul nama terpanggil otomatis jadi penting NIK untuk verifikasi," ujar Bangun.

Apabila NIK bermasalah, masyarakat yang hendak melalukan vaksinasi harus memperbaiki terlebih dulu. "Perbaiki dulu baru bisa vaksin, karena bila bermasalah itu data tidak masuk pada aplikasi PeduliLindungi. Terkendala juga saat ingin unduh sertifikat," katanya.

Baca juga: Lengkap, Ini Jadwal SKD, Passing Grade hingga Aturan Kelulusan CPNS 2021

Diakuinya, memang penyelenggara vaksinasi bekerja sama dengan Dinas Dukcapil untuk pendataan penduduk. "Permasalah sekarang memang ada karena NIK yang tidak terpanggil, kalau dulu karena data di PCare berdasarkan kode. Hal pendataan ini penting diperhatikan agar tidak ada duplikasi data maka bisa diperbaiki cakupannya," jelasnya.

Selain itu, Bangun menambahkan saat ini target harian secara nasional tidak menentu. Dengan data per tanggal 2 Agustus 2021 cakupan sampai 1.880 orang per hari, tanggal 3 Agustus 2021 ada 4.900 orang dan tanggal 4 Agustus 2021 ada 3.449 orang.

"Kemarin sempat rendah, karena belum ada distribusi vaksin, setelah sudah ada tambahan kembali lagi naik mencapai target harian nasional. Nanti tanggal 9 Agustus 2021 ada vaksin datang lagi, jumlah masih belum tahu," kata Bangun. (mg1/s2)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved