Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dalam Sehari 20 Orang Meninggal di Bangka Belitung Karena Covid, Erzaldi Harap Isoter Tekan Kematian

Angka kamatian akibat Covid-19 di Bangka Belitung masih cukup tinggi sepekan terakhir ini.

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angka kematian akibat Covid-19 di Bangka Belitung masih cukup tinggi sepekan terakhir ini. Hingga Jumat (6/8/2021) kemarin, total kasus kematian berjumlah 809 kasus.

Selain itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Bangka Belitung, tingkat kematian di Babel mengalami peningkatan dengan rata-rata 20 orang per hari dalam seminggu.

Meningkatnya kasus kematian akibat Covid-19 di Babel, menjadi perhatian Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. 

Menurutnya, warga memiliki komorbid atau penyakit bawaan masuk dalam ketegori berat, penderita Covid-19, yang menyebabkan banyak kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.

Baca juga: Warga Jabar Ketahuan Palsukan PCR, RSBT Pangkalpinang Sebut Hasil Tes Wajib Tanda Tangan Dokter

Baca juga: Warga Belinyu yang Nekat Ambil Paksa Jenazah dari RSUD Sungailiat Terjangkit Covid, Ini Kata Polisi

"Kami mengingat penderita komorbid jika terinfeksi Covid-19 bisa dikategorikan bergejala sangat berat dan membutuhkan penanganan cepat. Sebanyak 95 persen mengi atau sesak nafas adalah gejala berat karena serangan Covid-19 utamanya adalah saluran pernafasan," jelas Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Sabtu (7/8/2021).

Dengan, banyaknya kasus meninggal dunia karena komorbid, Erzaldi mengharapkan pemerintah daerah sedapat mungkin harus mendata warga yang memiliki penyakit lain, ketika terjangkit Covid-19.

Baca juga: Di Tengah Rumor Nikah Siri, Rizky Billar Sebut Lesty Kejora Alami Penyakit Mental Gegara Tingkah Ini

"Kami juga minta dengan sangat, kerja sama pemerintah desa untuk segera mendirikan isolasi terpadu ini. Karena ini untuk menekan kasus Covid-19 di Babel. 

dulu kasus kita di bawah 25 kasus perhari yang terpapar. Tetapi ketika kita membuka peluang isolasi mandiri menjadi salah satu penyebabnya meningkat. Ditambah lagi tidak disiplinnya masyarakat," ungkapnya.

Dia mengharapkan isolasi terpadu yang sedang dilakukan di Provinsi Bangka Belitung dapat berhasil menekan angka penyebaran Covid-19.

Baca juga: Terjadi di Toboali, Tembakan Peringatan Tak Mempan, Wiwin Malah Membabi Buta Bacok Briptu Yasef

"Kami berharap juga isoter lainya juga terbentuk bukan hanya ada pada level provinsi. Tetapi di kabupaten/kota juga dapat melaksanakan hingga di kecamatan, desa. Mengenai pembiayaan isoter, agar lebih murah dan terjangkau, menggunakan fasilitas yang ada dan juga membangun dapur umum," harapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved