Breaking News:

Human Interest Story

Satu Bulan bisa Panen 30 Hingga 40 Ton, Athung Petani Kelapa Sawit Sukses Kuliahkan Anak Jadi Dokter

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya bertahun-tahun menanam kelapa sawit,  Athung, warga Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Athung, petani kelapa sawit, warga Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berkat ketekunan dan kerja kerasnya bertahun-tahun menanam kelapa sawit,  Athung, warga Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka saat ini terbilang sukses menjadi petani kelapa sawit mandiri.

Athung mengaku saat ini memiliki sekitar 1.500 batang kelapa sawit yang ditanam di kebunnya seluas sekitar 12 hektare dengan usia tanam bervariasi 3-10 tahun.

"Awalnya saya hanya menanam ratusan pohon sawit di lahan kebun  2 - 3 hektare karena saat itu belum memiliki modal yang cukup, akhirnya sedikit demi sedikit kalau ada modal terus menanam lagi, yang kebun sawit pertama itu saat ini sudah berumur 10 tahun, sedangkan yang terakhir saya tanam sekitar 2 hingga 3 tahun lalu saat ini sudah berbuah pasir," kata Athung ditemui Bangkapos.com, Sabtu (07/08/2021) di areal kebunnya Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Diungkapkannya, saat ini harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit lumayan tinggi dan berharap harga kelapa sawit ini tetap stabil tinggi , bahkan cenderung semakin naik harganya.

Baca juga: Bikin Umi Kalsum dan Ayah Rozak Murka, Ini Isi Hinaan KD Kepada Anak Ayu Ting Ting

"Saat ini TBS kelapa sawit kebun saya dibeli pedagang pengepul sebesar Rp2.250 per kg TBS, bahkan hari ini saya dapat info harga pembelian TBS kelapa sawit di tingkat pabrik CPO naik lagi jadi Rp2.540 per kg TBS," ungkap Athung.

Diungkapkannya, saat panen kelapa sawit bila kondisi sedang normal di kebunnya bisa mendapatkan 15-19 ton kelapa sawit yang dipanen dua minggu sekali, jadi satu bulan bisa mendapatkan 30-40 ton kelapa sawit.

" Jadi lumayanlah hasilnya selain untuk  memenuhi  kebutuhan hidup  sehari-hari  juga bisa menguliahkan anak-anak. Satu orang anak saya sudah menjadi dokter kuliah di Untar Jakarta dan satu lagi masih kuliah  di Fakultas Kedokteran Universitas Atmaja Jakarta," kata Athung.

Selain itu dari hasil bertani juga bisa membangun rumah dan membeli kendaraan mobil, motor dan lainnya.

Menurut Athung, dengan harga TBS kelapa sawit yang tinggi saat ini bila seorang petani memiliki kebun 2 hingga 3 hektare saja sudah cukup untuk membiayai hidup sehari-hari.

"Kalau punya lahan kosong daripada dibiarkan lebih baik ditanami kelapa sawit, sebab kelapa sawit ini tidak cerewet ditanam di lahan kurang subur saja tetap bisa hidup dengan baik, perawatannya mudah dan untuk pemupukan dua kali saja dalam setahun," jelas Athung.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved