Breaking News:

Advertorial

Tekan Angka Kematian Covid-19 di Bangka Belitung, Penderita Komorbid Harus Cepat Ditangani

Kampung Padang, Bangka Selatan, terdeteksi meninggal dunia 2 orang hampir setiap hari per RW. Hal ini menjadi perhatian khusus Gubernur Babel Erzaldi

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Zoom meeting Pembahasan Pengambilan Kebijakan Dalam Menekan Angka Kematian Akibat Covid-19, Jumat (06/08/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kampung Padang, Bangka Selatan, terdeteksi meninggal dunia 2 orang hampir setiap hari per RW. Hal ini menjadi perhatian khusus Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, karena tingkat kematian warga merupakan data terkonfirmasi Covid-19. 

Kepada para kades dalam Zoom meeting Pembahasan Pengambilan Kebijakan Dalam Menekan Angka Kematian Akibat Covid-19, Jumat (06/08/2021) juga ditegaskan harus sedapat mungkin mendapat data lengkap masyarakat yang komorbid. 

Baca juga: Dalam Sehari 20 Orang Meninggal di Bangka Belitung Karena Covid, Erzaldi Harap Isoter Tekan Kematian

Baca juga: Aturan Baru CPNS 2021, Kelulusan Tidak Berdasarkan Ranking Tertinggi, Tetapi Berdasarkan Ini

Gubernur menegaskan kehati-hatian harus ekstra dilakukan, mengingat penderita komorbid jika terinfeksi Covid-19 bisa dikategorikan bergejala sangat berat dan membutuhkan penanganan cepat. 

"95 persen mengi(sesak nafas) adalah gejala berat covid. Karena serangan Covid-19 utamanya adalah saluran pernafasan," ungkapnya mengingatkan. 

"Kami minta dengan sangat, kerja sama pemdes dan untuk segera mendirikan Isolasi Terpadu (Isoter). Mengenai pembiayaan isoter, agar lebih murah dan terjangkau, menggunakan fasilitas yang ada dan juga segera membangun dapur umum," jelasnya.

Baca juga: Luar Biasa ! Hari Ini Harga TBS Kelapa Sawit Tembus Rp2.510 per Kg

Baca juga: Terjadi di Toboali, Tembakan Peringatan Tak Mempan, Wiwin Malah Membabi Buta Bacok Briptu Yasef

Terkait data kematian disebabkan Covid-19, Kapolda Babel, Anang Syarif pada kesempatan ini mengingatkan, protokol kesehatan pemakaman harus dipersiapkan, karena terjadi hampir tiap hari sebanyak 2 hingga 3 orang. 

"Silahkan siapkan tim pemakaman masing-masing desa harus dilengkapi dengan APD yang memadai. Jika ada yang meninggal, untuk segera disucikan dan dimakamkan tanpa menunda waktu," terangnya. 

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Marah Besar Anak Buah Ketahuan Korupsi Uang Diklat Tentara, Ini Perintahnya

Terkait aktivitas hajatan, Danrem 045/GAYA, M. Jangkung mengatakan, tetap disilakan untuk dilaksanakan sesuai aturan yang ada, yaitu 25 persen, tidak bersalaman dan prokes lainnya untuk dilaksanakan ketat dan diawasi petugas agar tidak menjadikan cluster baru.

"Terkait 17an, saya ingatkan para Babinsa, hal yang tidak memungkinkan dengan prokes, dilarang dilaksanakan dan sebisa mungkin tidak terjadi penambahan," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved