Breaking News:

Kisah Athung, Petani Kelapa Sawit Bangka Sukses Kuliahkan Dua Anaknya Jadi Dokter

Dari pekerjaan sebagai petani kelapa sawit, Athung sukses kuliahkan dua anaknya jadi dokter di Universitas Swasta di Jakarta

Bangkapos.com/Edwardi
Athung, petani kelapa sawit, warga Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berkat ketekunan dan kerja kerasnya bertahun-tahun menanam kelapa sawit,  Athung warga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini terbilang sukses menjadi petani kelapa sawit mandiri.

Bahkan dari pekerjaan sebagai petani kelapa sawit, Athung sukses kuliahkan dua anaknya jadi dokter di Universitas Swasta di Jakarta.

Baca juga: Ini Isi Hujatan Kartika Damayanti yang Hina Ayu Ting Ting dan Bilqis, Bikin Umi Kalsum Murka

Baca juga: Satu Pengunjung Kafe di Pangkalpinang Senang Terinfeksi Covid-19 Saat Dirazia Timgab, Ini Alasannya

Athung mengaku saat ini memiliki sekitar 1.500 batang kelapa sawit yang ditanam di kebunnya seluas sekitar 12 hektare dengan usia tanam bervariasi 3-10 tahun.

"Awalnya saya hanya menanam ratusan pohon sawit di lahan kebun 2-3 hektare karena saat itu belum memiliki modal yang cukup. Akhirnya sedikit demi sedikit kalau ada modal terus menanam lagi, yang kebun sawit pertama itu saat ini sudah berumur 10 tahun," kata Athung ditemui Bangkapos.com, Sabtu (07/08/2021) di areal kebunnya Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Athung, petani kelapa sawit, warga Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat
Athung, petani kelapa sawit, warga Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat (bangkapos.com/Edwardi)

Diungkapkannya, saat ini harga TBS kelapa sawit lumayan tinggi dan berharap harga kelapa sawit ini tetap stabil, bahkan cenderung semakin naik harganya.

"Saat ini TBS kelapa sawit kebun saya dibeli pedagang pengepul sebesar Rp2.250 per kg TBS, bahkan hari ini saya dapat info harga pembelian TBS kelapa sawit di tingkat pabrik CPO naik lagi jadi Rp2.540 per kg TBS," ujar Athung.

Baca juga: Aturan Baru CPNS 2021, Kelulusan Tidak Berdasarkan Ranking Tertinggi, Tetapi Berdasarkan Ini

Baca juga: Ditinggal Sendirian oleh Ibunya 5 Hari, Asiah Meninggal Kelaparan, Penderitaannya Tak Terbayangkan

Saat panen kelapa sawit bila kondisi sedang normal di kebunnya bisa mendapatkan 15-19 ton kelapa sawit yang dipanen dua minggu sekali, jadi selama satu bulan bisa mendapatkan 30-40 ton kelapa sawit.

"Jadi lumayanlah hasilnya selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga bisa menguliahkan anak-anak. Satu orang anak saya sudah menjadi dokter kuliah di Untar Jakarta dan satu lagi masih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Atmaja Jakarta," kata Athung.

Selain itu dari hasil bertani juga bisa membangun rumah dan membeli kendaraan mobil, motor dan lainnya.

Menurut Athung, dengan harga TBS kelapa sawit yang tinggi saat ini bila seorang petani memiliki kebun 2-3 hektare saja sudah cukup untuk membiayai hidup sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved