Breaking News:

Berita Bangka Barat

Penambang Luar Bangka Rela Rogoh Kocek Rp 6 Juta, Hidup Berpindah-pindah Mencari Bijih Timah

Acong bersama rekan-rekannya dari negeri seberang rela melintasi beberapa Kabupaten demi mencari nafkah, mengais bijih timah di Pulau Bangka.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Sejumlah ponton yang kerap digunakan untuk TI di Desa Selindung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Acong (33) bersama rekan-rekannya yang lain rela harus melintasi beberapa Kabupaten demi mencari nafkah.

Mereka melakukan aktivitas pertambangan timah secara inkonvensional khususnya di Provinsi Bangka Belitung.

Acong dan rekan-rekannya adalah para perantau asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Baru-baru ini Acong bersama rekan-rekannya melakukan aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) di perairan Jungku, Desa Selindung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

"Sudah berapa hari ini lah enggak TI setelah ada penertiban, biasanya TI buat nyambung hidup," ujar Acong, Minggu (8/8/2021).

Tak hanya Acong, penambang lain yang juga satu daerah yakni Madjali pun mengatakan, kerap berpindah-pindah tempat untuk mencari timah.

"Dari Bangka Selatan semua ini, bawa ponton itu dari Toboali biaya Rp 6 juta untuk bawa ponton itu ke sini," katanya.

"Kalau di sini kita ngambil TI itu ya agak ke tengah laut, enggak di pinggir ini kalau di pinggir ya gak ada."

"Dapat itu sekitar Rp 3 juta lah tapi dibagi lagi, kadang dapat juga tapi kadang gak dapat juga timah ini tergantunglah," kata Madjali.

Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming yang dikonfirmasi bangkapos.com, mengaku heran, banyak warga daerah lain yang melakukan aktivitas TI di Kabupaten Bangka Barat.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved