Breaking News:

Advertorial

Literasi Digital Kota Pangkalpinang Bahas Pentingnya Digitalisasi Sekolah  

Literasi Digital kembali dilakukan di Kota Pangkalpinang, Selasa (27/7) lalu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital

Editor: Fery Laskari
Ist
Literasi Digital kembali dilakukan di Kota Pangkalpinang, Selasa (27/7) lalu 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Literasi Digital kembali dilakukan di Kota Pangkalpinang, Selasa (27/7) lalu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Dr H Erzaldi Rosman Djohan, S.E., M.M., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Al Akbar Rahmadillah ST, Founder of Sobat Cyber Indonesia, pada Sesi Kecakapan Digital  memaparkan tema “TIPS dan Trick Menjaga Keamanan Privasi secara Digital. Dalam pemaparannya, Akbar menjelaskan privasi merupakan perlindungan data, hak untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain, dan perlindungan dari gangguan lingkungan sekitar.

Data pribadi merupakan hak yang harus dilindungi, sebagai bagian hak asasi manusia (HAM) dan amanat yang disampaikan oleh Konstitusi Negara Indonesia serta Undang-Undang Dasar 1945. Potensi kejahatan data pribadi, meliputi jual beli data, ambil alih akun, meretas akun layanan, intimidasi, pendaftaran akun pinjaman online, serta profiling untuk target politik atau iklan di media sosial.

“Social engineering merupakan mencari informasi rahasia target dengan meminta langsung atau melalui pihak lain. Modus social engineering ialah menciptakan situasi palsu agar target menjadi bagian dari situasi tersebut serta menelpon dengan mengaku sebagai staf dari bank. Cara menghindari dari kejahatan social engineering, antara lain simpan data dengan baik, jika kehilangan kartu sim segera hubungi layanan contact center operator telepon, gunakan password yang kuat, dan tidak memberikan data apapun kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai bank dan operator,” papar Akbar.

Melanie Soebono, Aktivis dan Seniman pada sesi yang sama memaparkan Tema Pentingnya Memiliki Digital Skill di Masa PAndemi. Dalam pemaparannya, Melanie memberikan tips apa saja yang dapat dilakukan saat ini lewat digital seperti, seminar dan edukasi dari rumah, toko menjadi online, gerakan sosial atau berdonasi, liburan 3D atau virtual tour, dan mengetahui kadar oksigen.

“Cakap digital di era pandemi memudahkan masyarakat karena dapat dilakukan dimana saja dan kapanpun, dapat menghasilkan uang dari hobi digital, dan berguna tanpa membahayakan kesehatan. Dengan memanfaatkan internet secara sehat dan positif dapat membuat hidup lebih sehat dan menjalani aktivitas dengan senang,” ungkap Melanie.

Pada Sesi Budaya Digital  dipaparkan juga oleh Tri Edi Kesumo Raharjo MPd, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pangkalpinang. Tri memberikan Tema “Peran Komunitas Akademik Komunitas dalam Pendidikan di Era Digital".

Tri membahas pendidikan nasional adalah pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Literasi digital merupakan kemampuan untuk teknologi informasi dan komunikasi dalam menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, dan mengkomunikasikan konten atau informasi kecakapan secara kognitif maupun teknikal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved