Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Meningkat Drastis, 37 RT di Kota Pangkalpinang Zona Merah

Sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggunakan skema B di mana penggunaan rapid diagnostic test (RDT) antigen, sebagai satu di antara sejuml

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggunakan skema B di mana penggunaan rapid diagnostic test (RDT) antigen, sebagai satu di antara sejumlah metode dalam pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining Covid-19 dalam kondisi tertentu.

Artinya, hasil positif rapid antigent sudah dicatat sebagai kasus konfirmasi Covid-19, dimna sebelumnya saat rapid antigent positif harus melakukan test polymerase chain reaction (PCR) dulu.

Setelah menetapkan hal tersebut, ternyata membuat kasus konformasi di Kota Pangkalpinang meningkap cukup signifikan. Bahkan 37 RT di Kota Pangkalpinang ditetapkan zona merah, padahal sebelumnya hanya 6 RT saja.

Adapun Kelurahan zona mera, adalah Kelurahan Gabek Satu RT 04 dan RT 06, Kekurahan Gabek Dua RT 01 dan RT 02, Kelurahan Selindung RT 05 dan RT 07, Kelurahan Selindung Baru RT 02, RT 03, RT 06, Kelurahan Jerambah Gantung RT 03, RT 05, RT 06, RT 07, Kelurahan Air Itam RT 06, Kelurahan Bacang RT 01, RT 02, dan RT 03.

Kelurahan Temberan RT 07, Kelurahan Kacang Pedang RT 03 dan RT 07, Kelurahan Tuatunu RT 09 dan RT 10, Kelurahan Air Kepala Tujuh RT 07 dan RT 09, Kelurahan Bukit Sari RT 03, Kelurahan Bukit Merapin RT 03, RT 07, RT 08, RT 09, dan RT 12.

Kelurahan Gajah Mada RT 6, Kelurahan Batin Tikal RT 13, Kelurahan Opas Indah RT RT 06 dan RT 08, Kelurahan Gedung Nasional RT 05, Kekurahan Semabung Baru RT 09, Kelurahan Sriwijaya RT 09.

Kabid pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Della Rianadita menyebut, sejak Senin (9/7) kemarin pemetaan ulang sudah dilakukan disetiap Puskesmas sehingga ditemukan ada 37 RT zona merah, dan 101 RT zona orange.

Diakui Della, jumlah pertumbuhan kasus tersebut memang meningkat tajam.

Menurutnya, peningkatan ini disebabkan skrining Covid-19 semakin banyak dilakukan, terlebih lagi dulu harus menunggu hasil PCR yang memakan waktu sehingga mobilitasnya kecil.

"Dan semenjak pemerintah mukai 1 Agustus mengeluarkan surat edaran bahwa selama PPKM kita menggu akan sekma C yang dimodifikasi artinya boleh memakai rapid antigent tidak lagi menunggu konfirmasi PCR, sehingga saat ini kita menggunakan mobilitas antigent," ungkap dr Della kepada Bangkapos.com, Selasa (10/8/2021).

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved