Breaking News:

Polisi & Tentara India Gerebek Puluhan Rumah Tokoh Jamaat-e-Islamic di Kashmir, Terbesar Sejak 2019

setelah pemberontakan anti-India dimulai pada tahun 1990, kelompok ini menjadi bagian dari kepemimpinan politik yang lebih besar yang mengadvokasi ...

ANADOLU AGENCY/WIKTOR SZYMANOWICZ
Kamis 5 Agustus 2021, Anggota komunitas Kashmir Inggris melancarkan protes di luar Komisi Tinggi India, di London, Inggris Raya, pada peringatan kedua perubahan status khusus Jammu Kashmir oleh pemerintah Narendra Modi. Para demonstran memprotes pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil Kashmir dan menyerukan penentuan nasib sendiri bagi rakyat negara bagian Jammu Kashmir yang dibagi antara Pakistan dan India. 

Polisi dan Tentara Gerebek Puluhan Rumah Tokoh Jamaat-e-Islamic di Kashmir, Terbesar Sejak 2019

BANGKAPOS.COM, SRINAGAR -- Pasukan polisi India melakukan penggerebekan terbesar sejak 2019.

Adapun penggerebekan tersebut dilakukan sejak Minggu ( 8/8/2021) pagi. 

Pasukan polisi dan tentara dari pasukan Polisi Cadangan Pusat paramiliter India, melakukan puluhan penggerebekan terhadap kediaman tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan Jamaat-e-Islamic, organisasi keagamaan terbesar Jammu dan Kashmir.

Kantor Berita Turki, Anadolu Agency menulis, ini merupakan kegiatan penggerebekan terbesar yang terlihat sejak tahun 2019.

Penggerebekan dilakukan di sekitar 50 lokasi di 14 dari 20 distrik di kawasan Jammu dan Kashmir.

Baca juga: Ini Isi Hujatan Kartika Damayanti yang Hina Ayu Ting Ting dan Bilqis, Bikin Umi Kalsum Murka

Baca juga: Dalam Kondisi Sakit Anggota DPRD Babel Ini Setir Mobil ke RS, Meninggal Tak Lama Setelah Tes Swab

Baca juga: Gaji Para ASN, TNI/Polri dan Pensiunan Disarankan Naik Ditengah Penerapan PPKM, Ini Alasannya

Polisi setempat dan tentara dari pasukan Polisi Cadangan Pusat paramiliter India didampingi oleh pejabat Badan Investigasi Nasional (NIA), yang sebagian besar diterbangkan dari New Delhi, kata seorang polisi setempat kepada Anadolu Agency dengan syarat anonim.

Meskipun mengatakan dia tidak tahu kasus di mana penggerebekan dilakukan, dia menambahkan bahwa itu tampaknya terkait dengan dugaan pendanaan teror.

Pemerintah India telah melarang Jamaat-e-Islami pada Februari 2019, beberapa bulan sebelum mencabut otonomi kawasan dan menindak perlawanan anti-India.

Pemerintah India mengklaim “kelompok itu diperkirakan akan meningkatkan gerakan pemisahan diri, mendukung militansi, dan menghasut kekerasan.”

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved