Breaking News:

Polisi & Tentara India Gerebek Puluhan Rumah Tokoh Jamaat-e-Islamic di Kashmir, Terbesar Sejak 2019

setelah pemberontakan anti-India dimulai pada tahun 1990, kelompok ini menjadi bagian dari kepemimpinan politik yang lebih besar yang mengadvokasi ...

ANADOLU AGENCY/WIKTOR SZYMANOWICZ
Kamis 5 Agustus 2021, Anggota komunitas Kashmir Inggris melancarkan protes di luar Komisi Tinggi India, di London, Inggris Raya, pada peringatan kedua perubahan status khusus Jammu Kashmir oleh pemerintah Narendra Modi. Para demonstran memprotes pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil Kashmir dan menyerukan penentuan nasib sendiri bagi rakyat negara bagian Jammu Kashmir yang dibagi antara Pakistan dan India. 

Sejak mereka dipartisi pada tahun 1947, India dan Pakistan telah berperang tiga kali, yaitu pada tahun 1948, 1965, dan 1971.

Baca juga: Raffi Ahmad Mendadak Menundukkan Kepala Ketika Ketemu Sosok The Real Sultan Andara ini

Baca juga: Tahukah Anda Apa Itu WhastApp Web dan WhatsApp Desktop? Begini Ternyata Cara Memakainya

Aksi Kru TV Teriak Usir Ayu Ting Ting yang Dikomandoi Wendy di Acara Trans7 Bikin Ayah Rozak Syok

Baca juga: Doa Nabi Muhammad Sembuhkan Sakit, Insya Allah Mujarab, Baca 3 dan 7 Kali Ayat Ini

Baca juga: Kisah Arifin & Ira Viral Lagi, Kini Kompak Berhenti Sekolah, Pilih Nikah Dini Demi Cinta yang Halal

Dua dari tiga perang itu adalah untuk memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan, atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Menurut beberapa kelompok hak asasi manusia, ribuan orang telah tewas dalam konflik di wilayah tersebut sejak 1989.

(*/Anadolu Agency/ SerambiNews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved