Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ada Berita Tahanan Wanita Polres Pangkalpinang Jadi Korban Asusila, Kasat Reskrim Bilang Hoaks

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, menyatakan tidak ada tindakan asusila yang terjadi di dalam sel tahanan.

Penulis: Yuranda | Editor: El Tjandring
bangkapos.com
AKP Adi Putra Kasat REskri Polres Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, menyatakan tidak ada tindakan asusila yang terjadi di dalam sel tahanan Polres Pangkalpinang.

Pernyataan ini muncul lantaran ada kabar beredar menyebutkan tahan wanita kasus narkoba berinisial S, diduga diperkosa oleh oknum polisi berinisial ES berpangkat Bripka.

"Hoaks! Tidak benar adanya peristiwa pemerkosaan di sel tahanan terhadap salah satu tahanan wanita oleh oknum anggota Polres Pangkalpinang," jelas Adi Putra, Rabu (11/8/2021).

Adi menjelaskan, dalam pemberitaan yang beredar terkait pernyataan Kasi Propam Polres Pangkalpinang Iptu Candra Harsono, tidak pernah membenarkan atau mengatakan adanya pemerkosaan di dalam tahanan.

"Beliau (Kasi Propam-red) tidak pernah mengatakan atau membenarkan terjadinya pemerkosaan tersebut," kata Adi Putra.

Baca juga: Fakta Baru Tentang Vaksin Sinovac, Ini yang Terjadi pada Imun Orang yang Dikasih Booster

Baca juga: Nikahi Pramugari, Pak Tarno Punya Tiga Istri dan Ungkap Rahasia Sejak Muda Digilai Wanita

Baca juga: Ternyata Ini Kandungan Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit yang Diributkan Banyak Orang di Jagad Maya

Menurutnya, pemberitaan yang menyebutkan oknum polisi diduga memperkosa tidak sesuai fakta atau kenyataan di lapangan. Sehingga pihaknya akan melakukan penyidikan terhadap pemberitaan tersebut.

"Kami lakukan penyelidikan hingga patut diduga keras pemberitaan salah satu media online telah sengaja dilebihkan dan membuat gaduh serta berdampak buruk bagi institusi Polri khusunya Polres Pangkalpinang," ucap Adi Putra.

Pihaknya saat ini masih menyelidiki pemberitaan yang telah menyebar luas di media sosial, apakah pemberitaan tersebut memenuhi unsur pelanggaran UU ITE dengan berkoordinasi bersama Unit Cyber Crime Polres Pangkalpinang.

"Kita akan selidiki UU ITE-nya, saya berharap rekan-rekan media bisa mempertimbangkan fakta kebenaran dan unsur jurnalistik dalam memberikan informasi kepada masyarakat," kata Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, kata-kata perkosa merupakan penggiringan opini publik berita bohong dan diviralkan sehingga menimbulkan kegaduhan.

Baca juga: Ternyata Tunjangan DPRD Babel Puluhan Juta Sudah Mulai Sejak April 2021, Ini Penjelasan Amri Cahyadi

Baca juga: 25 Penumpang Tanpa Surat Antigen, Jalani Swab Masal di Pasar Ikan Muntok

Dalam pasal 285 KUHP, yang dimaksud dengan perkosaan adalah tindakan atau perbuatan laki-laki yang memaksa perempuan agar mau bersetubuh dengannya di luar perkawinan dengan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan.

"Perkosa artinya ada unsur kekerasan yang sudah terjadi dan ada korban yang akan atau telah diperkosa, bila tidak ada kekerasan yang terjadi dan tidak ada korban yang merasa diperkosa dan dituliskan perkosa, maka telah menyebarkan berita bohong, dan tentunya ada pihak yang dirugikan," ungkapnya.

Bangkapos.com/Yuranda

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved