Senin, 20 April 2026

Husnul Khotimah

Ikhtiar Agar Husnul Khotimah Sesuai Ajaran Rasulullah SAW, Berikut Doanya

Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebabkan...

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi__ Ratusan orang bergantian menggotong keranda jenazah 

Ikhtiar Agar Husnul Khotimah Sesuai Ajaran Rasulullah SAW, Berikut Doanya

BANGKAPOS.COM -- Setiap Muslim yang beriman pasti mengharap wafat dalam keadaan husnul khotimah.

Dalam Islam mempercayai bahwa kematian akan terjadi pada setiap umatnya.

Saat meninggal keluarga dan kerabat yang mendoakan jenazah meminta kepada Allah SWT agar diwafatkan dalam keadaan yang husnul khotimah.

Secara bahasa, husnul khotimah artinya akhir yang baik. Yakni meninggal dengan membawa iman, dalam keadaan bertaubat dari segala dosa, dan dicintai oleh Allah SWT.

Meninggal dalam keadaan husnul khotimah berarti orang tersebut wafat dalam keadaan telah diridhoi oleh Allah SWT.

Baca juga: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka dari Wali Kota, Ayahanda Monica Aprianda Berpulang

Baca juga: Ternyata Ini Kandungan Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit yang Diributkan Banyak Orang di Jagad Maya

Baca juga: Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Hijriah 1443 H, Tulisan Arab dan Latin

Hal tersebut juga telah dijelaskan oleh Allah SWT lewat QS Ali-Imran ayat 102 yang berbunyi:

يٓاَيُّهَا الَّذِينَ امَنُوا اتَّقُوا اللّهَ حَقَّ تُقىتِهٖ وَلَا تَمُوتُنَّ اِلَّا وَاَنتُم مُّسلِمُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamụtunna illā wa antum muslimụn

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (Ali-Imran: 102).

Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebabkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Husnul khatimah merupakan karunia terbesar dari Allah SWT yang tak tertandingi oleh apa pun, pahalanya pasti surga.

Dengan meninggal husnul khotimah, berarti seorang muslim menghadap Sang Pencipta dalam kondisi baik.

Doa Mustajab Melebur Dosa, Termasuk 7 Cara Bertaubat, Hijrah, Hapus Dosa Zina dan Dosa Besar Lainnya

Baca juga: Doa Nabi Zakaria, Terkenal Kelembutan Doanya saat Minta Diberi Keturunan Tercantum dalam Al Quran

Berbeda dengan khusnul khotimah, seorang muslim meninggal dalam keadaan tidak baik, penuh dosa.

Orang meninggal husnul khotimah tentu saja karena amalan baiknya selama hidup.

Menurut Imam Sufyan al-Tsauri, ada empat ikhtiar yang dapat dilakukan untuk menggapai husnul khotimah:

1. Menjaga Iman dengan Istikamah

Siapa pun yang menginginkan terjaga iman dan ketakwaannya, hendaklah menjauhi hal-hal yang bisa merusak iman dan ketakwaannya.

Bertaubat dari segala dosa dan kemaksiatan, terutama terhadap syirik.

Untuk meneguhkan iman kita, Allah SWT telah mengajarkan kepada kita doa yang terdapat dalam al-Qur’an surat Ali Imran/2 ayat 8;

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

Baca juga: Doa Nabi Muhammad Sembuhkan Sakit, Insya Allah Mujarab, Baca 3 dan 7 Kali Ayat Ini

Baca juga: Doa Mustajab agar Anak Tidak Nakal dan Melembutkan Hati Si Anak

Rasulullah SAW memberitahukan bahwa lawan iman adalah kesyirikan, maka setiap mukmin harus mohon perlindungan dijauhkan dari perbuatan kesyirikan, Rasulullah SAW mengajarkan doa,

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.” (HR. Abu Ya’la, dishahihkan al-Albany)

2. Berikrar untuk motivasi keimanan

Dalam ikrar yang diucapkan dan ditanamkan dalam dada secara sungguh-sungguh dapat memberikan semangat dalam mengerjakan sesuatu, terutama ibadah.

Allah SWT mengajarkan ikrar dalam kitab-Nya;

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al An’am/6: 162).

Lebih lagi bila ikrar diucapkan terus menerus, maka hunjaman kedalam sanubari lebih kuat lagi, terlebih ikrar yang diajarkan oleh Nabi SAW,

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبـًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنـًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولاً

Artinya: “Aku ridha Allah sebagai Tuhanku dan Muhammad sebagai nabi dan rasul (Allah)”. (HR. at Tirmidzi).

Rasulullah SAW menyatakan, barangsiapa mengucapkannya pada sore hari 3 kali dan pagi hari setelah shalat subuh, maka pada hari kiamat Allah ridha kepada hamba itu.

3. Berdoa kepada Allah

Nabi Yusuf AS memberikan contoh doa husnul khatimah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surat Yusuf, ayat 101;

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Artinya: “Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.”

4. Berdizkir kepada Allah

Allah SWT memberikan janji yang setiap kita mengerjakannya pasti Allah akan memberikannya. Karena Allah tidak mungkin menyelisihi janji-Nya. Allah berfirman dalam Al-Quran, Surat al Baqarah ayat 152,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

Artinya: “Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.”

Tatkala kita menjelang ajal, tiada yang dapat kita harapkan, istri yang kita cintai terkadang waktu naza’ tidak dapat menunggui, anak yang kita timang-timang dan kasihi, seringkali ketika orangtuanya naza tak kunjung datang di samping pembaringan. Ayat di atas menegaskan janji Allah, bahwa siapa pun yang senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, maka Allah akan senantiasa mengingat orang itu. Allah akan selalu memberinya petunjuk dan pertolongan hingga orang itu meninggal dalam keadaan mengingat-Nya.

Doa Husnul Khotimah Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Sebagai umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar mencapai keadaan husnul khotimah saat meninggal dunia.

Rasulullah SAW selalu mengajarkan agar umatnya mendapatkan husnul khotimah (akhir yang baik).

Dalam doa, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca:

Allahummaj'al khayra 'umri akhirahu, wakhaira 'amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat). (HR Ibnu As-Sunni).

Adapun bacaan doa meminta agar meninggal husnul khatimah terkandung dalam Al Quran Surat Ali Imran yaitu:

Rabbana innana sami'na munadiyay yunadi lil-imani an aminu birabbikum fa amanna rabbana fagfir lana zunubana wa kaffir 'anna sayyi`atina wa tawaffana ma'al-abrar.

Artinya adalah: “Ya Rabb Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan Rasulullah) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!”, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 193).

(*/ bangkapos.com)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved