Breaking News:

Penurunan Level PPKM, Apakah Prosedur Pemakaman Jenazah Covid-19 Juga Berubah?

Sehubungan penurunan level itu, apakah prosedur dan tata cara pemakaman jenazah Covid-19 juga berubah?

Editor: Alza Munzi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ilustrasi. Tim reaksi cepat BPBD Kota Pangkalpinang saat mengangkat peti jenazah pasien Covid-19 di tempat pemakaman umum Air Pauh Perumnas Kace, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kamis (29/7/2021) petang. 

BANGKAPOS.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang sampai 16 Agustus 2021, untuk wilayah Pulau Jawa-Bali.

Sementara, kawasan luar Pulau Jawa-Bali dilanjutkan selama dua pekan yakni hingga 23 Agustus 2021.

Daerah-daerah di luar Pulau Jawa-Bali saat ini menjadi perhatian khusus karena lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi.

Baca juga: Ini Alasan Baju Hazmat Tak Lagi Dipakai Nakes Saat Rawat Pasien Covid-19, Bukan Penyakit Ebola

Lalu, ada juga daerah yang level PPKM turun dan ada pula yang naik.

Sehubungan penurunan level itu, apakah prosedur dan tata cara pemakaman jenazah Covid-19 juga berubah?

"Pemakaman jenazah yang terinfeksi Covid-19, tetap mengikuti petunjuk dan aturan penanganan Covid-19, meski ada penurunan level," kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung kepada bangkapos.com.

Baca juga: Syarat Penerbangan Terbaru: Naik Pesawat Mulai 10 Agustus 2021 Bisa Pakai Tes Antigen, Syaratnya Ini

Pertanyaan itu muncul lantaran, ada aturan baru dari Kemenkes, yakni sejak Maret 2021 lalu, dokter dan perawat tak lagi menggunakan alat pelindung diri (APD) hazmat saat merawat pasien Covid-19.

Pasalnya, penularan Covid-19 tidak sama dengan penyakit Ebola, yang membutuhkan baju hazmat untuk melindungi tenaga kesehatan.

Baca juga: Vanessa Angel Lupa Matikan HP Saat Live IG Saat Diajak ke Kamar, Adegan Mesra dan Tisu Jadi Sorotan

Sementara Covid-19 hanya menular melalui percikan pernapasan atau droplet sehingga mulut, mata, dan hidung yang harus dilindungi.

Petunjuk teknis itu sesuai aturan WHO terkait penanganan pasien Covid-19.

"Karena sebetulnya kita sudah tahu penularan covid-19 itu dari  droplet atau percikan air liur jadi kita cukup jaga jarak dan APD level 2 saja sudah cukup.

Jadi cukup masker bedah, sarung tangan, penutup kepala, dan baju gown saja sudah cukup, intinya melindungi pintu keluar masuk penularan itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Masagus Hakim kepada bangkapos.com, Selasa (10/8/2021).

Aturan baru penerbangan

Satu di antaranya adalah syarat untuk penerbangan, yang sebelumnya harus ada hasil test PCR, kini cukup dengan tes antigen sebagai syarat penerbangan.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved