Breaking News:

Bukan Amerika Ataupun China, Inilah Peringkat Pertama Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021

Berbicara negara terkaya di dunia, yang terlintas di pikiran banyak orang sering kali adalah dua negara, yakni Amerika Serikat dan China

Editor: Evan Saputra
AFP/FABRICE COFFRINI
Dua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. 

Bukan Amerika Ataupun China, Inilah Peringkat Pertama Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021

BANGKAPOS.COM - Berbicara negara terkaya di dunia, yang terlintas di pikiran banyak orang sering kali adalah dua negara, yakni Amerika Serikat dan China. Sebagian lainnya mungkin akan menyebut Jepang

Memang jika diukur dari jumlah produk domestik bruto atau PDB, tiga negara yang disebut di atas adalah peringkat teratas secara global. Namun, bukan berarti sebagian besar dari penduduknya makmur dan sejahtera.

Indikator negara makmur yang lebih akurat yakni diukur dengan menggunakan pendapatan per kapita karena pendapatan per kapita juga bisa menjadi tolok ukur sebaran distribusi kekayaan penduduk di suatu negara.

Baca juga: Ayah Ajak 2 Anaknya Menginap di Hotel, Istri Bilang Hilang Ternyata Anaknya Tewas Dibunuh Suami

PDB adalah total nilai produksi dan jasa yang dihasilkan semua orang atau perusahaan dalam satu negara. Sementara pendapatan per kapita adalah total PDB dibagi dengan jumlah penduduk.

Dilansir dari Nasdaq, negara paling kaya di dunia berdasarkan jumlah pendapatan per kapita saat ini ditempati oleh Luksemburg.

Luksemburg adalah negara kecil yang terkurung daratan (landlock) yang dikelilingi oleh Jerman, Perancis, dan Belgia. Saat ini, Luksemburg masuk sebagai salah satu pusat keuangan terpenting di dunia.

Meskipun demikian, hingga awal abad ke-20, ekonomi negara ini mayoritas bergantung pada industri baja. Luksemburg memulai dengan upaya besar untuk mendiversifikasi ekonominya dari ketergantungan baja sejak akhir 1950-an.

Salah satunya, negara ini mulai fokus pada industri barang-barang mewah dan berkualitas tinggi serta sektor jasa keuangan.

Upaya ini menunjukkan hasil, jumlah nilai tambah di sektor produksi produk-produk ini naik menjadi 77 persen pada tahun 1995 dari 38 persen pada tahun 1958.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved