Breaking News:

Virus Marburg

Geger Virus Baru Namanya Virus Marburg, WHO Saat Ini Sudah Turun Tangan Karena Bahayanya Meluas

Geger Virus Baru Namanya Virus Marburg, WHO Saat Ini Sudah Turun Tangan Karena Bahayanya Meluas

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Twitter/Mellanie Fontes-Dutra, PhD
Otoritas kesehatan di Guinea (negara di Afrika Barat) mengkonfirmasi kasus penyakit Marburg, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada awal Agustus 2021. (Twitter/Mellanie Fontes-Dutra, PhD) 

BANGKAPOS.COM - Belum selesai pandemi Covid-19, dunia diahadapkan dengan ancaman virus Marbug yang saat ini mulai menyebar di Afrika.

Otoritas kesehatan di Guinea hari ini mengkonfirmasi kasus penyakit virus Marburg di prefektur Gueckedou selatan.

Ini adalah pertama kalinya Marburg, penyakit yang sangat menular yang menyebabkan demam berdarah, telah diidentifikasi di negara itu, dan di Afrika Barat.

Marburg, yang berada dalam keluarga yang sama dengan virus penyebab Ebola, terdeteksi kurang dari dua bulan setelah Guinea mengumumkan berakhirnya wabah Ebola yang meletus awal tahun ini. 

Sampel yang diambil dari pasien yang sekarang sudah meninggal dan diuji oleh laboratorium lapangan di Gueckedou serta laboratorium demam berdarah nasional Guinea ternyata positif virus Marburg

Analisis lebih lanjut oleh Institut Pasteur di Senegal mengkonfirmasi hasilnya.

Baca juga: Harga Terbaru Uang Koin Rp1000 Bergambar Kelapa Sawit, Bank Indonesia dan Kolektor Buka Fakta

Baca juga: Apabila Covid-19 Sulit Dijinakkan atau Dimusnahkan, Indonesia Ternyata Siapkan Skenario Khusus Ini

Pasien telah mencari perawatan di klinik lokal di daerah Koundou di Gueckedou, di mana tim investigasi medis telah dikirim untuk menyelidiki gejala yang memburuk.

“Kami memuji kewaspadaan dan tindakan investigasi cepat oleh petugas kesehatan Guinea. Potensi virus Marburg untuk menyebar jauh dan luas berarti kita harus menghentikannya,” kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika. 

“Kami bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk menerapkan respons cepat yang didasarkan pada pengalaman dan keahlian Guinea di masa lalu dalam mengelola Ebola, yang ditularkan dengan cara yang sama.”

Baca juga: Ayah Ajak 2 Anaknya Menginap di Hotel, Istri Bilang Hilang Ternyata Anaknya Tewas Dibunuh Suami

Gueckedou, di mana Marburg telah dikonfirmasi, juga merupakan wilayah yang sama di mana kasus wabah Ebola 2021 di Guinea serta wabah Afrika Barat 2014–2016 awalnya terdeteksi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved