Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Masyarakat Tidak Mudah Percaya Jualan Melalui Medsos, Kerugian Korban Bervariasi Hingga Rp42 Juta

Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Bangka Selatan telah menerima 10 laporan aduan penipuan secara online sepanjang tahun 2021

Editor: Agus Nuryadhyn
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Kepala Unit Tipidsus Satreskrim Polres Bangka Selatan, Ipda F. William Situmorang 

BANGKAPOS.COM - Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Bangka Selatan telah menerima 10 laporan aduan penipuan secara online sepanjang tahun 2021 ini. Penipuan online kebanyakan terjadi di media sosial, dengan modus operandi berjualan.

Kepala Unit Tipidsus Satreskrim Polres Basel, Ipda F William Situmorang mengatakan melalui sosial media ini masyarakat dibuat tertarik dengan apa yang diposting atau diberitakan oleh pelaku penipuan online.

Misalnya, dengan harga barang yang lebih murah dari harga pasaran secara umum. "Hingga Agustus 2021 ini, kami telah menerima 10 laporan penipuan yang hampir semuanya berlangsung di sosial media," ujar William, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Kabupaten Belitung PPKM Level 3, Jenjang PAUD Hingga SMP, Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ia menjelaskan dari total 10 kasus ini, kerugian yang dialami oleh korban, bervariatif mulai dari Rp1 juta hingga Rp42 juta. "Untuk kerugian yang dialami oleh korban itu nilainya bervariasi mulai dari Rp1 juta hingga yang paling tinggi yang kami terima itu Rp42 juta," tuturnya.

Guna mencegah kembali terjadinya penipuan ini, William mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai transaksi yang dilakukan secara online yang mana tidak diketahui siapa penjualnya.

Baca juga: Kemenkumham Babel Gelar Sosialisasi Kerja sama Pemantauan Pelanggaran Kekayaan Intelektual  

Baca juga: Undian Simpedes BRI, Susi Dapat Mobil, Pimkacab : Buka Rekening Sebanyak-banyaknya  

"Kami imbau agar masyarakat tidak cepat percaya dengan jual beli online ini karena dari beberapa laporan yang kami terima itu ada pengakuan di mana pembelinya belum pernah bertemu langsung dengan pelaku (penjual ‑red) bahkan keberadaan dan wajah asli pelaku juga belum dapat dipastikan," tegasnya.

Ia menambahkan apabila ada masyarakat yang mengalami penipuan secara online, agar segera melaporkannya ke Unit Pidsus Satreskrim Polres Basel atau kepolisian terdekat.

"Jika mengalami penipuan, kami imbau untuk segera melaporkannya ke pihak berwajib dengan membawa bukti catatan percakapan maupun tatatan komunikasi lainnya dan bukti transaksi serta saksi‑saksi yang dapat menguatkan keterangan peristiwa yang terjadi," ungkapnya. (jhk)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved