Breaking News:

Opini

Menjaga Keselamatan Anak dari Covid‑19

Tak ayal bila kemudian tak sedikit anak‑anak kita yang terinfeksi virus korona tak tertolong nyawanya.

Editor: Agus Nuryadhyn
Pixabay
ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

 Kurniawan Adi Santoso - Pemerhati Anak

BANGKAPOS.COM - KONDISI pandemi Covid‑19 di Indonesia yang belum terkendali, risiko anak‑anak terkena penyakit tersebut masih akan tinggi. Upaya melindungi anak dari ganasnya serangan Covid‑19 adalah keharusan bagi orang tua dan orang dewasa.

Anak sebagai tumpuan masa depan bangsa punya hak untuk dijamin kesehatan dan keselamatannya.

Perkembangan mutakhir, data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya kecenderungan Covid‑19 varian delta menyerang usia anak‑anak hingga 18 tahun di sejumlah daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid‑19, sampai dengan 16 Juli 2021 tercatat 12,83 persen kasus Covid‑19 merupakan anak usia 0‑18 tahun. Artinya, ada sekitar 351.336 anak Indonesia yang terpapar Covid‑19. Situasi ini cukup mengkhawatirkan.

Sebab, hingga kini sebagian besar rumah sakit belum memiliki ruang ICU (intensive care unit) khusus anak.

Tak ayal bila kemudian tak sedikit anak‑anak kita yang terinfeksi virus korona tak tertolong nyawanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid‑19 per tanggal 16 Juli 2021 memperlihatkan sebanyak 777 anak rentang usia 0‑18 tahun meninggal dunia.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut kematian anak akibat Covid‑19 di Indonesia sempat menjadi yang paling tinggi di dunia. Memprihatinkan.

Anak‑anak terpapar Covid‑19 kebanyakan dari lingkungannya atau orang‑orang yang ada di sekitarnya, termasuk dari orang tua. Mekanisme yang sering terjadi adalah ketika anak‑anak tersebut memiliki anggota keluarga ataupun orang tuanya yang harus beraktivitas di luar rumah.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved