Breaking News:

Berita Kriminalitas

Tujuh Tersangka Perusakan KIP CBL Melenggang, Penyidik Kabulkan Permohonan Penanguhan Penahanan

Tujuh tersangka terduga pelaku kekerasan dan perusakan KIP Citra Bangka Lestari (CBL) di Perairan Air Antu Kecamatan Riau Silip.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangka Pos/Deddy Marjaya
Ratusan Nelayan Kuasai KIP CBL di Perairan Bedukang, Tolak Penambangan Pasir Timah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tujuh tersangka terduga pelaku kekerasan dan perusakan Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Lestari (CBL) di Perairan Air Antu Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, akhirnya bisa menghirup udara segar.

Mereka bisa menghirup udara segar, setelah penyidik Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ke tujuh tersangka.

Tujuh orang tersangka yang ditangguhkan tersebut yakni,  Suhardi alias Ngikiw, Heri Susanto alias Nawi, Edi Hawanto alias Ahaw, Panisila alias Renyek, Haryadi alias Beje, Arman Juriadi,  dan Yuliantara alias Kadir.

Kabid Humas Poda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi, membenarkan kabar penangguhan penanganan tujuh tersangka pelaku kekerasan dan perusakan KIP CBL.

Baca juga: Ayah Ajak 2 Anaknya Menginap di Hotel, Istri Bilang Hilang Ternyata Anaknya Tewas Dibunuh Suami

Baca juga: Kisah Cinta Pak Tarno dan Pramugari, Terungkap Alasan Pak Tarno Tak Mau Orang Tahu Istri Mudanya

Permohonan penangguhan tersebut di kabulkan penydiik Direktorat Polairud Polda Babel, Rabu (11/8/2021) kemarin.

"Benar sekarang penahanan ke tujuh tersangka sudah ditangguhkan. Permohonan penangguhannya di kabulkan penyidik kemarin," kata Maladi.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 dan para tersangka merupakan warga Bangka, menjadi alasan penyidik mengabulkan permohonan penahanan ke tujuh orang tersangka tersebut.

Namun lanjut Maladi, bukan berarti  penangguhan penahanan tersebut menghentikan proses hukum para tersangka.

"Salah satunya alasanya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, yang jelas kemarin ditangguhkan, tapi artinya bukan perkara itu selesai teteap berlanjut," tegas Maladi.

(Bangkapos.com /Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved