Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Hingga Jumat Ini, 46 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di RSUD Bangka Selatan

Hingga Jumat (13/8/2021) pagi, total pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 46 orang.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Direktur RSUD Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hingga Jumat (13/8/2021) pagi, total pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 46 orang.

Direktur RSUD Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa menjelaskan secara rinci total pasien yang dirawat di tiga ruangan yang berbeda yaitu di Ruangan Bougenvile, Ruangan Cendrawasih dan Ruang IGD RSUD Kabupaten Bangka Selatan.

"Sampai pagi ini totalnya sebanyak 46 orang yang masih dirawat di RSUD sebagai pasien Covid-19," ujar dr Agus kepada Bangkapos.com, pada Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Harga Terbaru Uang Koin Rp1000 Bergambar Kelapa Sawit, Bank Indonesia dan Kolektor Buka Fakta

Baca juga: Pedagang Ini Nekat Gunakan Daging Manusia Sebagai Topping Mie, Kondisi Dapur Mengerikan, Ada Bercak

Secara rinci dr Agus Pranawa menyatakan saat ini sebanyak 27 pasien dirawat di Ruang Bougenvile, 7 pasien dirawat di Ruang Cendrawasih dan sebanyak 12 pasien dirawat di IGD atau di tenda darurat.

Sementara itu, dr Agus Pranawa menyebutkan total ketersediaan kasur yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 sebanyak 28 kasur di Ruang Bougenvil, 14 kasur di tenda darurat atau IGD dan 14 kasur di Ruang Cendrawasih RSUD Kabupaten Bangka Selatan dan

"Totalnya saat ini masing-masing ada 28 bed di Ruang Isolasi Bougenvile dan ada 14 bed di tiga tenda yang kami siagakan di depan RSUD dan juga ada penambahan 14 bed di Ruang Cendrawasih," kata dr Agus.

Baca juga: Fakta Tentang Vaksin Sinovac, Astrazeneca dan Moderna yang Dipakai Indonesia Untuk Menangani Pandemi

Baca juga: Petisi Boikot Ayu Ting Ting Tembus 110 Ribu Lebih, Apakah Ramalan Denny Darko Terbukti ?

Ia menambahkan saat ini keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 alias bed occupancy rate (BOR) sudah mengalami pengurangan.

"Untuk keterisian pasien saat ini hampir penuh, sisa kasur palingan hanya mencapai lima kasur yang kosong," ucapnya.

Tenda darurat lanjut dr Agus hingga kini masih didirikan guna penyiagaan jika kasus Covid-19 membludak dan peningkatan pasien terjadi.

"Untuk bed yang ada di UGD di tenda darurat itu akan tetap kami siagakan jika nantinya ada peningkatan kasus," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved