Breaking News:

Bencana Alam Hari Ini

Ngeri! Ini Penampakan 238 Ribu Mobil Bekas Banjir di China, Klaim Asuransi Capai Rp34 Triliun

Deretan kendaraan berlapis lumpur tak berujung yang rusak akibat banjir mematikan bulan lalu di China, terbengkalai di tempat parkir daerah Zhengzhou.

Editor: Dedy Qurniawan
AFP PHOTO/STR via Kompas.com
Setidaknya 238.000 kendaraan yang rusak telah dikirim ke kuburan mobil seperti yang ada di pinggiran Zhengzhou. 

BANGKAPOS.COM - Dua ratusan ribu mobil bekas banjir menjadi penampakan yang menyita perhatian.

Mobil-mobil ini telah rusak akibat banjir hebat yang menerjang China beberapa waktu lalu.

Deretan kendaraan berlapis lumpur tak berujung yang rusak akibat banjir mematikan bulan lalu di China, terbengkalai di tempat parkir daerah Zhengzhou.

Pemandangan itu seolah menjadi sebuah monumen peringatan akan kekuatan bencana yang melanda provinsi Henan Juli lalu.

Baca juga: Harga Terbaru Uang Koin Rp1000 Bergambar Kelapa Sawit, Bank Indonesia dan Kolektor Buka Fakta

Wilayah ini sedang dibangun kembali setelah banjir paling mematikan dalam satu dekade mendatangkan malapetaka di seluruh provinsi pertengahan Juli, menewaskan lebih dari 300 orang dan merusak ribuan mobil dan bangunan.

"Kami terpaksa meninggalkan kendaraan kami dan pergi ketika air naik," kata seorang warga Zhengzhou bermarga Wang melansir AFP pada Kamis (12/8/2021).

Setidaknya 238.000 kendaraan yang rusak telah dikirim ke “kuburan mobil” seperti yang ada di pinggiran Zhengzhou, kata kepala regulator asuransi Henan, Ma Chao, kepada penyiar CCTV, Selasa (10/8/2021).

Saat bencana bulan lalu, rekor hujan dalam satu tahun di Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan dan pusat banjir, turun hanya dalam tiga hari.

Lebih dari 290 orang tewas.

Puluhan orang tewas saat terjebak di gerbong kereta bawah tanah yang terendam banjir, tempat parkir bawah tanah, dan terowongan.

Banjir juga memicu rekor klaim asuransi senilai 1,7 miliar AS (Rp 34 triliun), setelah ribuan mobil dan bangunan rusak, menurut perusahaan asuransi Goldman Sachs dalam laporan Juli.

Baca juga: Punya Pacar Pramugari, Jauh-jauh Disamperin Cuma Jadi Sopir, Cerita Fuadit Bikin Netizen Nyesek

Pemerintah lokal pekan lalu mengatakan kerugian ekonomi akibat banjir telah menggelembung hingga lebih dari 20,65 miliar dollar AS (Rp 296 triliun) dan menjanjikan kompensasi cepat.

Tetapi para kritikus mengatakan prosesnya sangat lambat.

Warga Wang, yang kehilangan mobilnya, menambahkan:

"Sekarang mendapatkan kompensasi membuat sakit kepala dengan lusinan formulir yang harus diisi." Sebuah studi PBB yang dirilis Senin (9/8/2021) memperingatkan bahwa China utara rentan terhadap peristiwa cuaca ekstrem yang lebih aneh, termasuk banjir besar dan kekeringan yang mengancam, karena perubahan iklim.

Baca juga: Roy Suryo Komentari Akses Ilegal dr Richard Lee pada Akun Instagram yang Disita Polisi

(*)

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved