Breaking News:

Cerita Orangtua Anthony Ginting Penuhi Gizi Putranya dengan Putih Telur dan Ceker Ayam

Membesarkan Anthony Ginting sebagai atlet tentunya membutuhkan asupan gizi yang memadai

AFP/Pedro PARDO
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memukul bola ke arah Kanta Tsuneyama Jepang dalam pertandingan babak 16 besar bulu tangkis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021. 

BANGKAPOS.COM - Pencapaian yang diraih Anthony Sinisuka Ginting sebagai atlet bulu tangkis sekarang ini tidak lepas dari perjuangan kedua orang tuanya. 

Prestasi terbaru Anthony Sinisuka Ginting berhasil menambah medali untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. 

Anthony Sinisuka Ginting sukses merebut medali perunggu setelah mengalahkan Kevin Cordon (Guatemala). 

Baca juga: Tak Pakai Mobil Mewah, Kapolri dan Panglima TNI Tiba di Mapolda Babel Malah Tumpangi Kendaraan Ini  

Baca juga: Petisi Boikot ATT Dekati Rekor 150 Ribu, Ayu Ting Ting Sadar Risikonya: Apa karena Saya Janda?

Itu menjadi medali kedua yang diraih Indonesia dari cabang olahraga bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo 2020. 

Sebelumnya, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu mempersembahkan medali emas.

Edison Ginting, ayahanda Anthony menuturkan dirinya bersama sang istri, Lucia Sriati melalui berbagai kendala terutama dalam hal biaya. 

Membesarkan Anthony sebagai atlet tentunya membutuhkan asupan gizi yang memadai.

Hal itu memberi konsekuensi biaya yang tidak sedikit. 

Namun, di tengah segala keterbatasan, Lucia pun memiliki akal untuk mengatasi kendala tersebut.

Caranya Lucia bekerjasama dengan pedagang martabak. 

Baca juga: Inilah Daftar Uang Kuno Termahal dan Paling Dicari Kolektor Barang Antik, Ada Uang Indonesia Loh

Edison menceritakan bila anaknya butuh asupan putih telur dalam jumlah yang banyak.

Untuk itu sang istri mengakali dengan bertukar kepada pedagang martabak yang butuh kuning telur

“Anak olahraga kan butuh putih telur, kuningnya nggak. Nah bayangkan saja sampai mikir beli telur dua kilo per hari, kita mikir,” ungkap Edison, baru baru ini. 

“Jadi ibunya beli telur satu kilo, nanti dia pergi ke tukang martabak, tukeran, putihnya ke sini, kuningnya sama kamu, segitunya,” ungkap pria yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil itu. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved