Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dinkes Babel Gaungkan Pentingnya Menimbang Balita, Posyandu Aktif Beri Pelayanan Terapkan Prokes

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan jajarannya sudah melakukan sosialisasi

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Hastuti, M.Sc 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan jajarannya sudah melakukan sosialisasi, komunikasi informasi dan edukasi tentang pentingnya penimbangan balita.

Upaya tersebut melalui berbagai media diantaranya media sosial, media cetak seperti leaflet dan media audio yang disampaikan melalui iklan layanan masyarakat. 

Dinas kesehatan provinsi juga telah mengirimkan surat kepada dinas kesehatan kabupaten/kota Nomor 444/278/DINKES tanggal 2 Februari 2021 tentang Integrasi Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan serta Pemberian vitamin A, dan surat Nomor 444/1386/DINKES tanggal 29 Juli 2021 tentang Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian vitamin A sebagai salah satu bentuk upaya koordinasi.    

"Walaupun kegiatan ini sebenarnya sudah merupakan kegiatan rutin dari tahun ketahun namun dinas kesehatan tetap melakukan upaya-upaya penyebaran informasi melalui media-media tersebut guna optimalisasi pelaksanaan kegiatan," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Hastuti, M.Sc kepada Bangkapos.com, Jumat (13/8/2021).

Diakuinya, saat kondisi pandemi pelayanan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan dan penyebarluasan  informasi kesehatan, serta surveilans kesehatan berbasis masyarakat dalam rangka pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Posyandu juga tetap diharapkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kesehatan kepada masyarakat  dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Bayi  (AKI), Angka Kematian Bayi  (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) serta diharapkan juga untuk mendekatkan pelayanan kesehatan  dasar bagi masyarakat utamanya bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui serta Pasangan Usia Subur (PUS)," jelasnya.

Kegiatan Posyandu termasuk kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita dilaksanakan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 0107/MENKES/12763/2020 tentang Panduan Operasional Upaya Kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu dalam Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Penerapan masyarakat Produktif dan aman Covid-19.

Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.01/MENKES/41/2020 tentang Integrasi Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Pemberian Vitamin A, dan Surat Menteri Dalam Negeri Kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia Nomor 094/1737/BPD tentang Operasional Pos Pelayanan Terpadu Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Dalam pelaksanaannya, agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan satuan gugus tugas Covid-19 di daerah masing-masing tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta dengan tetap menyesuaikan kebijakan di daerah," kata dr Hastuti.

Masyarakat atau keluarga yang memiliki bayi dan balita dihimbau untuk tetap melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anaknya dan dibawa ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, diantaranya menjaga jarak fisik, memakai masker, menghindari kerumunan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved