Jumat, 15 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Sehari Kapolri dan Panglima TNI Safari ke Tiga Daerah, Padang, Medan dan Terakhir Babel

Beberapa hari terakhir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan safari ke sejumlah

Tayang:
Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangka Pos/Anthoni Ramli
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, melakukan safari ke sujumlah daerah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Beberapa hari terakhir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan safari ke sejumlah daerah.

Safari tersebut, bertujuan memantau perkembangan serta penanganan Covid 19 di sejumlah daerah, khususnya di luar pulau Jawa dan Bali.

Di mulai dari Safari ke Padang Sumatera Barat, Medan Sumantera Utara, hingga provinsi  Bangka Belitung.

"Beberapa hari ini saya bersama Kapolri melaksanakan safari mulai dari Padang, Medan dan Babel,
kami terus memantau perkembangan pengendalian Covid-19 di seluruh provinsi dan memantau permasalahan apa yang terjadi di lapangan," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sabtu (14/8/2021) petang.

Terutama lanjut Hadi, memantau pelaksanaan tracking kontak erat. Dimana menurut Hadi, setelah seseorang dinyatakan terkonfirmasi Covid 19 ataupun kontak erat harus diambil langkah dan tindakan sesuai prokes .

Apakah nantinya yang bersangkutan tersebut menjalankan tratemen Isolasi Mandiri (Isoman) atau Isolasi Terpadu (Isoter).

"Terutama pelaksanaan tracking kontak erat, termasuk di antaranya memantau tindak lanjut setelah adanya kasus konfirmasi atau tracking kontak erat untuk dilakukan treatment apakah Isoman atau masuk Isoter," bebernya.

Selain itu, menjamin fasilitas obat obatan dan tenaga kesehatan di lokasi lokasi Isoter, sebagaimana amanat Presiden RI Jokowi.

"Termasuk fasilitas Isoter, nakes faskes obat-obatan harus terpenuhi karena sesuai perintah presiden yaitu ada empat yang harusl dilaksanakan yakni, menekan indeks mobilitas, pelaksanaan tracking, Isoter dan Vaksinasi

Dari beberapa tempat yang dikunjungi semuanya sudah melakukan hal tersebut namun perlu ditingkatkan sehingga angka positif rate bisa ditekan sampai mendekati kurang dari 5 persen," bebernya.

(Bangkapos.com /Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved