Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kapolri Minta Optimalkan Pos Penyekatan, Kurangi Mobilitas di Babel, Mikron: Masih Dibahas Bersama

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta pos penyekatan di wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel) dioptimalkan. Tujua

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat memberikan keterangan pers usai meninjau persentasi aplikasi Silacak oleh Bhabinktibmas dan Babinsa, di Polda Babel, Sabtu (14/8/2021) petang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta pos penyekatan di wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel) dioptimalkan. Tujuanya untuk terus menekan penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja rapat evaluasi penanganan dan pengendalian Covid-19 bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Polda Bangka Belitung, Sabtu (14/8/2021) kemarin.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, terkait intruksi Kapolri tersebut akan dilakukan rapat bersama pihak Polda Babel dan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Fokopimda) dalam menerapkan penyekatan mengurangi mobilitas.

"Jadi yang menjadi perhatian di Babel bsrkaitan dengan mobilitas masyarakat ditengarai salah satu penyebab bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19,"jelas Mikron Antariksa, kepada Bangkapos.com, Minggu (15/8/2021).

Selain faktor mobilitas kata Mikron, faktor lainya yang menjadi perhatian Kapolri, yakni kurangnya tracing atau pelacakan terhadap warga kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19 di Babel.

"Tracing masih kurang sehingga membuat mobilitas tinggi terutama di Kota Pangkalpinang karena paling tinggi se Babel. Sedangkan untuk pelaksanaan penyekatan nanti akan kita bahas bersama Forkopimda. Teknis nanti kita bersama bagaimana pembuatan aturanya dari hasil pertemuan dengan Kapolri kemarin," ujarnya.

Mikron, mengakui dengan tingginya mobilitas masyarakat saat ini, membuat pertumbuhan ekonomi di Babel telah meningkat. Namun, harus berbarengan dengan penerapatan protokol kesehatan.

"Kalau peningkayan ekonomi kita cukup bagus, karena dua hal ini menjadi perhatian selain pengurangan mobilitas dan kelonggaran yang harus diterapkan dengan protokol kesehatan. Ini akan kita tindak lanjuti sesuai arahan Panglima," katanya.

Kemudian, kata Mikron, berkenaan Isolasi terpadu dan tracing, juga menjadi bahan evaluasi untuk terus diterapkan di setiap daerah di Bangka Belitung.

"Yang jelas isolasi mandiri ini memang ada dalam aturanya untuk saat sekarang karena kasus konfirmasi tinggi isolasi terpadu menjadi pilihan. Karena sekarang kondisi Asrama Haji sudah penuh tinggal membuka gedung BLKI. Kemudian kita mengerakkan kabupaten/kota untuk meningkatkan jumlah tempat tidur di lokasi isolasi terpadu," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved