Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kombes Mulia Jadi Pemegang Komando Peralihan Warga Isoman ke Isoter, Kapolda : Jangan Lembek Terus

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, menunjuk Plh Dansat Brimob Kombes Pol Mulia Nugraha

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, di sela Rakor tindaklanjut hasil pertemuan dengan Panglima TNI dan Kapolri, terkait penanganan lonjakan penyebaran Covid-19, di ruang Tanjung Pendam, Pemprov Babel, Senin (16/8/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, menunjuk Plh Dansat Brimob Kombes Pol Mulia Nugraha, sebagai pemegang komando peralihan dari metode Isoman ke Isoter.

Penunjukan tersebut disampaikan Jendral Bintang dua tersebut, di sela Rakor tindaklanjut hasil pertemuan dengan Panglima TNI dan Kapolri, terkait penanganan lonjakan penyebaran Covid-19, di ruang Tanjung Pendam, Pemprov Babel, Senin (16/8/2021) sore tadi.

"Kemudian untuk soal Isoter kenapa saya tunjuk Plh Dansat Brimob, biar agak tegas sedikit. Tidak apa apa ini untuk kebaikan bersama. Kalau lembek-lembek terus penanggulangan Covid 19 ini tidak akan efektif," tegas Anang.

Baca juga: Dihina PSK Barang Lembek, Teman Kencan Langsung Lakukan Ini hingga Berakhir Tragis

Baca juga: Wanita Harus Tahu, Ini Manfaat Tidur Tanpa Celana Dalam, Satu di Antaranya Tidur Lebih Nyenyak

Lanjut Anang, langkah tegas bukan berarti pihaknya memaksa dan mengekangi hak masyarakat. Namun, langkah tegas tersebut, sebagai bentuk ikhtiar pihaknya dalam menekan laju penularan Covid 19 yang akhir-akhir ini terus menanjak.

"Kami  tidak  memaksa apalagi sampai melanggar HAM tidak, cuma dalam hal ini kita harus tegas, jadi yang Insoman segera pindahkan ke Isoter, karena kalau tidak begitu khawatir angka pertumbuhan Covid 19 semakin menjadi jadi," bebernya.

Baca juga: Bujang Lapuk yang Baru Saja Nikahi Janda Ternyata Tak Sanggup Berdiri, Begini Kisah Cinta Berawal

Bagi Anang, tak ada istilah menolak, selama ruang Isoter masih bisa menampung pasien yang terpapar Covid 19.

Anang juga meminta para Kapolres serta Dandim, mendampingi Dansat Brimob, untuk mentracking masyarakat yang melakukan Isoman untuk beralih ke Isoter.

"Kita boleh menolak kalau belum penuh, tampung semua. Nanti satgas ini juga jalan ke wilayah, Kasi ops cek Dandim perintahkan ingatkan  Bupati dan Walikota ruang Isoter,  harus penuh minimal 98 persen," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved