Breaking News:

Kisah Pahlawan Asal Belitung H AS Hanandjoeddin, Taklukan 1000 Pasukan Gaib dengan Istigfar

Pasukan Detasemen Udara Parigi pimpinan Opsir Muda Udara III Hanandjoeddin mengalami kejadian misterius dihadang seribu pasukan gaib

bangkapos.com/Wahyu K
Foto Komodor Muda Udara Adisutjipto dan Lettu Hanandjoeddin dalam buku biografi H.AS Hanandjoeddin karya Haril Andersen. (Repro) 

BANGKAPOS.COM-Pulau Bangka dan Pulau Belitung memiliki sejumlah tokoh yang berperan penting dalam kancah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun hingga saat ini baru satu orang dari Pulau Bangka yaitu Depati Amir yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Sementara tokoh lainnya yaitu tokoh asal Pulau Belitung H AS Hanandjoeddin masih diperjuangkan untuk menjadi pahlawan nasional.

Letnan Kolonel Pas (Purn.) H.A.S. Hanandjoeddin (lahir di Tanjung Tikar, Sungai Samak, Badau, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, 5 Agustus 1910 dan meninggal di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung, 5 Februari 1995 pada umur 84 tahun) adalah tokoh militer Indonesia.

Mengutip dari Wikipedia, Dia pernah menjabat sebagai Bupati Belitung sejak 1967 hingga 1972.

Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan dan Lanud H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan.

Tidak banyak yang bisa diceritakan oleh Indra Cahya, anak dari H AS Hanandjoeddin, anggota TNI AU yang melegenda.

Bercerita dengan suara bergetar, Indra sesekali sempat mengusap air mata harunya karena sang ayah yang menjadi calon pahlawan nasional.

Anak ke-6 dari Hanandjoeddin ini mengenang ayahnya sebagai sosok yang bersahaja dan tidak membanggakan karir.

Bahkan ia sendiri tak banyak mengetahui jejak perjuangan ayahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved