Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Mata Gea Berbinar, Terharu Bahagia, Tuntaskan Tugas Saat Penurunan Bendera Merah Putih

Langkah kaki Gea Amanda dengan lantang berjalan menuju tiang bendera di lapangan Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Pembawa baki saat penurunan bendera merah putih saat upacara penurunan bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung 

Ikut Jejak Sang Kakak Ingin Kibarkan Sang Bendera Pusaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Langkah kaki Gea Amanda dengan lantang berjalan menuju tiang bendera di lapangan Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/8/2021) sore.

Mengenakan pakaian bernuansa putih dipadukan warna merah di bagian leher, siswi sekolah menengah atas (SMA) Negeri 3 Pangkalpinang ini tampak sangat percaya diri.

Walaupun rumput dan tanah di lapangan masih basah usai diguyur hujan, hingga percikan air genangan mengotori rok pakaian, tak membuat Gea hilang fokus.

Baca juga: Serunya Sekolah Alam Pangkalpinang (SAPKA) Hadirkan Fasilitas Outbond

Tak elak, momentum ini menjadi suatu kebanggaan, pasalnya gadis berusia 16 tahun ini diberikan amanah membawakan baki ketika upacara penurunan bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rasa penuh kehati-hatian terus dipupuk ketika melangkah menaiki tangga demi tangga saat menyerahkan bendera merah putih, usai diturun kepada inspektur upacara, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat.

Postur badan proposional dengan tinggi 165 cm dan berat 56 kg, ini tentu membuat Gea terpilih menjadi satu di antara anggota pasukan pengibar bendera (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2021.

Pelatihan di tengah pandemi Covid-19 tentu terasa berbeda dengan sebelumnya, tetapi tak menyurutkan rasa optimisme putri pasangan Almarhum Muzakir dan Hermala dalam mengenyam tugasnya.

Matanya berbinar karena merasa terharu usai menyelesaikan tugas, terlihat jelas ditampakkan anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Dia berpelukan dengan sesama rekan paskibraka wanita lainnya, seolah lega telah menyelesaikan misi dengan baik bahkan telah berhasil melawan rasa gugupnya.

"Perasaan jadi pembawa baki itu awalnya tidak berani, ketika gladi kotor belum bisa waktu itu, terus saya beranikan diri saat gladi bersih untuk membawa baki,

Alhamdulillah akhirnya beranikan diri, tadi nangis karena terharu dengan perjuangan itu," ujar Gea saat ditemui bangkapos.com, Selasa (17/8/2021).

Dikisahkan gadis kelahiran Pangkalpinang, 8 Februari 2005 ini mulai berlatih untuk menyiapkan diri sejak bulan Juni 2021.

"Perjalanan pertama di kota tentu banyak rintangan hingga ke sini, tetapi dukungan orang tua itu luar biasa untuk saya. Kalau menjaga kebugaran fisik, latihan terus," kata gadis yang mengemari renang ini.

Keinginan menjadi anggota paskibraka dibeberkannya karena termotivasi oleh sang kakak yang dulu pernah menjadi paskibraka pada tahun 2017 silam.

"Awal jadi paskibraka, karena kakak saya, jadi termotivasi sehingga saya punya keinginan juga untuk mengibarkan bendera pusaka, ketika SMA sekarang saya coba, Alhamdulillah saya ditugaskan di provinsi, " kata Gea.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved