Breaking News:

Virus Corona

Varian Delta Telah Masuk Bangka Belitung, Satgas Covid-19 Waspadai Tingkat Penularan Lebih Tinggi

Lima orang di Kabupaten Belitung, dinyatakan terpapar varian delta berdasarkan hasil pemeriksaan squen genom virus SARS-CoV-2

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lima orang di Kabupaten Belitung, dinyatakan terpapar varian delta berdasarkan hasil pemeriksaan squen genom virus SARS-CoV-2 di sebuah jejaring laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) Jakarta Selatan.

Dengan temuan kasus tersebut, Satgas Covid-19 Babel mewaspadai virus tersebut, karena dampak penularan yang lebih tinggi.

Baca juga: Serunya Sekolah Alam Pangkalpinang (SAPKA) Hadirkan Fasilitas Outbond

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan menindak lanjuti pemberitaan tersebut perlu disampaikan, bahwa laboratorium GSI merupakan salah satu laboratium WGS di wilayah RI dan tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyebaran varian mutasi virus tersebut.

"Meskipun belum terdapat data pasti dari pemeriksaan laboratorium di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Baik di Pulau Bangka maupun di Pulau Belitung, sehingga perlu disampaikan informasi dan rekomendasi," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Besok Puasa Tasua, Berikut Niat Puasa Tasua, serta Keutamaannya yang Luar Biasa

Dia menambahkan, virus varian delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dan cepat namun untuk saat ini belum ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan.

"Sehingga perlunya percepatan dan cakupan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat karena orang yang belum divaksin bisa menjadi sumber mutasi baru," katanya.

Selain itu, perlu dilakukan tracing terhadap kontak erat di area kasus positif Covid-19 yang terjangkit.

"Terutama di masyarakat maupun perkantoran. Penguatan tracing juga harus dilakukan kepada kontak erat pemilik risiko tinggi yaitu warga masyarakat dengan usia 65 tahun keatas atau memiliki penyakit penyerta atau komorbit," terangnya.

Menurutnya, memastikan proses Isolasi terpusat maupun isolasi mandiri  dilaksanakan dengan aman, taat dan disiplin. Kontak erat wajib melakukan karantina tanpa terkecuali.

"Untuk memperkuat dan memperketat penerapan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker double, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi kapan dan dimanapun berada," katanya.

Lebih jauh, Mikron, menjelaskan mereka akan memperketat dan memastikan tidak ada kegiatan yang menimbulkan potensi kerumunan.

"Meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Isoter dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan berdasarkan prinsip keselamatan dan kepedulian sosial. Pasien yang positif diwajibkan melakukan Isoter yang disediakan oleh pemerintah maupun komunitas," katanya.

Sementara, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan telah banyak daya dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah berkaitan pennganan Covid-19 saat ini.

"Pada era pandemi ini jangan terlalu berlebihan, tetapi terus jalankan terus protokol kesehatan terus agar dapat menang dalam perjuangan ini. Tentu sudah banyak yang sudah dilakukan pemerintah baik daya dan upaya untuk terus masyarakat sehat," kata Erzaldi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved